Breaking News:

BMKG Yogyakarta Minta Masyarakat Waspadai Potensi Banjir dan Longsor

Potensi terjadinya angin kencang juga tinggi, oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk menebang pohon tua dan cabang yang rapuh.

net
Ilustrasi petir 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Semua wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah memasuki musim penghujan.

Dalam beberapa hari kedepan diprediksi hujan lebat disertai petir akan terjadi di DIY bagian utara dan tengah.

"Imbauan agar masyarakat mewaspadai potensi bencana seperti bahaya banjir terutama yang tinggal di bantaran sungai," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, Rabu (22/11/2017).

Potensi terjadinya angin kencang juga tinggi, oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk menebang pohon tua dan cabang yang rapuh.

Hal ini untuk menghindari pohon roboh akibat angin kencang dimana sudah ada puluhan kasus yang terjadi di DIY.

Potensi munculnya petir juga diharapkan diwaspadai, dengan mematikan alat alat elektronik saat dirasa petir muncul.

Baca: Efek Cuaca Ekstrim, Tiga Orang Nyaris Tewas Tersambar Petir di Banyumas dan Kebumen

Hujan deras yang bisa terjadi dalam kurun waktu cukup lama juga patut diwaspadai karena bisa memicu tanah longsor.

"Masyarakat agar berhati-hati juga terhadap bahaya longsor terutama yang tinggal di dataran tinggi serta tinggi gelombang di selatan Yogya yang dalam kategori tinggi antata 2,5 hingga 4 meter," katanya.

Saat ini curah hujan rata-rata dalam satu hari yang tercatat di BMKG Staklim DIY adalah sebesar 40 hingga 70 milimeter atau masuk kategori sedang hingga lebat.

Adapun untuk puncak musim hujan, menurut Djoko diperkirakan terjadi kisaran Januari hingga pertengahan Februari 2018.

Sementara itu, Manager Pusat Pusdalops BPBD DIY, Danang Samsurizal mengatakan dalam menghadapi potensi bencana seperti longsor ada strategi yang disiapkan.

"Ada dua strategi yang jangka mendesak kita harus siapkan, persiapan masyarakat terutama yang potensi terdampak tanah longsor. Kita ingatkan yang tinggal di kawasan longsor untuk melakukan langkah kesiapsiagaan," kata Danang.

Selain itu pihaknya akan merespon cepat jika bencana terjadi untuk meminimalisir kerugian dan kerusakan tidak banyak.

Sementara untuk jangka panjang, upaya yang harus dilakukan adalah mengelola tata ruang dan bangunan, serta tata lingkungan seperti perbaikan lingkungan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: dnh
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved