Diskusi 724 Tahun Majapahit

Catrini Cemas, Trowulan Jadi The Most Dangerous Site in The World

Bahaya itu diperparah karena tumpangtindih dan perbedaan kepentingan para pemangku wilayahnya.

TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumarga
Diskusi 724 Tahun Majapahit di Ruang Multimedia Fakultas Ilmu Budaya UGM, Selasa (21/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ir Catrini P Kubontubuh MArch begitu risau situs Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, masuk dalam daftar situs paling berbahaya di dunia dari segi kerusakan yang berlangsung.

Bahaya itu diperparah karena tumpangtindih dan perbedaan kepentingan para pemangku wilayahnya.

Laju kerusakan di Trowulan juga menerbitkan krisis ketidakpercayaan di kalangan masyarakat kepada otoritas terkait.

"Kasus terbaru terjadi Mei lalu saat tiga kerangka manusia yang ditemukan di Sumur Upas dipindahkan ke Candi Brahu. Ini dilakukan atas restu pemimpin setempat dan dijaga aparat keamanan," kata Catrini dari Yayasan Arsari Djojohadikoesomo.

"Juli lalu, komunitas warga akhirnya memindahkan kembali kerangka itu dari Candi Brahu ke Sumur Upas," lanjut Catrini dalam diskusi 724 Tahun Majapahit di FIB UGM, Selasa (21/11/2017).

Baca: Islam Sudah Eksis di Trowulan Sejak Masa Awal Majapahit. Inilah Bukti-buktinya!

Menurut Catrini, ini menunjukkan betapa tidak pahamnya otoritas berwenang terhadap sejarah dan fungsi serta konteks keberadaan Candi Brahu.

Menurut Catrini, ini juga bukti nasib situs Trowulan yang sesungguhnya bisa menunjukkan kebesaran era Majapahit, kini ada di persimpangan jalan sangat serius.

Beberapa waktu lalu muncul kehebohan ketika sebuah pabrik peleburan baja diizinkan pemerintah setempat hendak dibangun di dekat situs Wringin Lawang. Protes warga akhirnya membuahkan hasil.

Bukti lain bisa ditunjukkan dengan pengembangan beberapa situs penting di Trowulan yang sangat tidak memperhatikan aspek pelestarian, unsur estetik dan arsitektur.

Makam Troloyo
Makam Troloyo (TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumarga)
Halaman
12
Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved