UIN Sunan Kalijaga Kuatkan Peran di Kancah Nasional dan Internasional

Berbagai terobosan yang telah dilakukan, kiprah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semakin diakui dan diperhitungkan di dunia internasional.

UIN Sunan Kalijaga Kuatkan Peran di Kancah Nasional dan Internasional
TRIBUNJOGJA.COM / Tantowi Alwi
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Drs KH Yudian Wahyudi, Ph D saat mewisuda sejumlah 1.150 orang sarjana baru, dalam prosesi wisuda periode I tahun akademik 2017/2018, bertempat di Multipurpose Gedung Prof Dr HM Amin Abdullah, Rabu (15/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM - UIN Sunan Kalijaga terus melakukan berbagai agenda akademik dan non-akademik melibatkan seluruh Civitas Akademika untuk menguatkan eksistensi UIN Sunan Kalijaga di kancah nasional dan internasional.

Agenda kegiatan yang dilakukan diantaranya mengintensifkan pelaksanaan upacara peringatan hari-hari nasional.

"Upacara peringatan hari kemerdekaan dengan tema 'Indonesia Kerja Bersama' bermaksud menguatkan kembali sikap hidup gotong royong sebagai wahana mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama," ujar Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Drs KH Yudian Wahyudi, Ph D usai mewisuda 1.150 orang sarjana baru, dalam prosesi wisuda periode I tahun akademik 2017/2018, bertempat di Multipurpose Gedung Prof Dr H M Amin Abdullah, Rabu (15/11/2017).

Ia melanjutkan, peringatan G 30 S PKI dan Hari Kesaktian Pancasila menjadi wahana untuk meresapi nilai-nilai luhur Pancasila yang telah dirumuskan para pendiri bangsa, sebagai ideologi netral yang dapat mengayomi keragaman Indonesia.

UIN Sunan Kalijaga bertekad membarakan lagi semangat Pancasila di dada Civitas Akademika UIN Sunan Kalijaga sehingga bisa menjadi generasi bangsa yang bersih dan berwibawa dalam melaksanakan pembangunan dan pemerintahan untuk dapat turut mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Peringatan Sumpah Pemuda bertema 'Pemuda Indonesia Berani Bersatu' dalam konteks kekinian, generasi muda Indonesia harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebaik mungkin agar terhindar dari pengaruh untuk mengikuti gerakan-gerakan yang berpotensi merusak kebhinekaan," katanya.

Dalam sambutannya lebih jauh, Prof Yudian Wahyudi mengaku, pihaknya berkomitmen melahirkan alumni-alumni yang senantiasa turut menjaga tetap tegaknya Pancasila dan NKRI.

Berbagai agenda kegiatan di kampus dilakukan dan agenda-agenda besar kenegaraan pun diikuti.

Rektor sempat memberikan orasi kebangsaan dalam deklarasi kebangsaan dan kuliah akbar melawan radikalisme bersama 60 PT di Yogyakarta diikuti perwakilan mahasiswa seluruh Indonesia, DEMA UIN Sunan Kalijaga berkolaborasi dengan para pakar menyelenggarakan dialog-dialog kebangsaan, menyelenggarakan olimpiade psikologi Indonesia, Gebyar Cendi serta kegiatan yang bersifat internasional  'Apocalyptic Theology And Being Religious In The New Changing World'.

Berbagai terobosan yang telah dilakukan, kiprah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semakin diakui dan diperhitungkan di dunia internasional.

Satu di antaranya terbukti dari terpilihnya Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai President of Asian Islamic University Association (AIUA) dalam 'The Sixth Annual General Meeting Asian Islamic University Association pada 11 November 2017, di Ternate.

AIUA yang beranggotakan 59 Perguruan Tinggi Islam di Kawasan Asia ini bertujuan untuk mempererat kerjasama antar perguruan tinggi Islam di Asia baik menyangkut pendidikan, pengajaran, penelitian, sharing publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat agar semakin kompetitif di kancah Internasional.

Selanjutnya, dalam pidatonya Prof. Yudian Wahyudi berharap, semua alumni UIN Sunan Kalijaga menjadi sarjana-sarjana yang mengedepankan akhlak Kharimah dan mengembangkan keilmuan yang rahmat bagi semesta alam. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved