PKL Ilegal di Sekaten Bingung Usai Ditertibkan Satpol PP

Seorang pedagang enggan menyebut nama namun orang yang menerima uang sewanya mengaku mengelola kantong parkir di wilayah tersebut.

PKL Ilegal di Sekaten Bingung Usai Ditertibkan Satpol PP
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Petugas Satpol PP menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di trotoar Jalan Pangarukan atau Trikora pada Kamis (16/11/2017) siang tadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Baru beberapa hari dibuka, beberapa pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2017 ditertibkan pada Kamis (16/11/2017) siang.

Seorang pedagang martabak, Sutiman (62) mengaku bingung usai di "sweeping" petugas keamanan dan Satpol PP.

Lapak dagangannya harus ditutup dan diminta memindahkan gerobaknya.

"Sekarang saya tidak tahu harus pindah ke mana, padahal sejak tahun 1971 saya sudah ikut PKL dan berjualan untuk perayaan Sekaten ini," ujar Sutiman.

Ia mengaku membuka lapak di trotoar Jalan Trikora atau Pangarukan membayar retribusi.

Ia tidak menyebut nama namun orang yang menerima uang sewanya mengaku mengelola kantong parkir di wilayah tersebut.

"Saya sudah bayar Rp 2 juta, kurang Rp 1 juta lagi belum dibayar kan untuk sewa selama Sekaten berlangsung," tuturnya.

Sutiman sudah membuka lapak sejak tanggal 11 November.

Hari Rabu (15/11/2017) kemarin ia sempat diberi tahu akan danya penertiban atau penggosongan trotoar dari PKL.

Begitu pula dengan Jumiran (47), pedagang peyek udang dan peyek belut ini.

Ia mengaku sudah membayarkan ke seseorang sejumlah Rp 200 ribu untuk sewa lapak.

"Totalnya Rp 2 juta tapi saya baru bayar Rp 200 ribu. Ini enggak tahu sekarang mau kemana, kita nurut aturan saja," ungkap pedagang yang sudah membuka lapaknya sejak 1 November. (*)

Penulis: gil
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved