PKL Ilegal di Sekaten Ditertibkan Karena Menutupi Trotoar

Lantaran tidak memiliki izin berjualan di area terlarang, PKL ilegal ditertibkan dengan dipindahkan dari trotoar jalan Pangarukan atau Trikora.

PKL Ilegal di Sekaten Ditertibkan Karena Menutupi Trotoar
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Petugas Satpol PP menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di trotoar Jalan Pangarukan atau Trikora pada Kamis (16/11/2017) siang tadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satpol PP Kota Yogyakarta menyebut, pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Pangarukan atau Trikora ditertibkan karena menggangu arus pejalan kaki di wilayah tersebut.

"Itu karena mengganggu pejalan kaki di trotoar, kan pedagang itu meletakkan barang-barang dagang di trotoar, jadi menggangu," ujar Kasi Pengendalian Operasi Satpol PP Kota Yogyakarta, Budi Santoso pada Kamis (16/11/2017).

Budi mengatakan, para pedagang tersebut tidak memiliki izin karena berada di area terlarang.

Para PKL ditertibkan dengan dipindahkan dari trotoar jalan Pangarukan atau Trikora.

"Ditata biar pejalan kaki tidak terganggu, jadi kita mundurkan dan ada yang dipindahkan agar tidak ada yang mengganggu lagi," jelasnya.

Terkait pedagang yang telah membayar retribusi, Budi mengaku tidak mengetahuinya.

Pasalnya, Satpol PP berwenang dalam menertibkan, di luar hal tersebut bukan menjadi ranahnya.

Sedang panitia Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2017 hanya berwenang pada lapak atau stan resmi yang berada di Alun-alun Utara.

Dalam penertibannya, lanjut Budi, Satpol PP menggandeng Forum Komunikasi Kawasan Alun-alun Utara (FKKU) sebagai mitranya.

Sekretaris FKKU, Krisnadi Setyawan mengatakan, penertiban dilakukan karena PKL berjualan menutup trotoar dan bertujuan mengembalikan fungsi trotoar.

"Kurang lebih ada 12 PKL yang hari ini kami tertibkan dan kami sudah memberikan peringatan untuk berpindah karena menutup trotoar dan mereka ini ilegal," kata Krisnadi.

Ia menilai PKL ilegal karena tidak membayar retribusi kepada Pemkot Yogyakarta.

PKL hanya membayar ke oknum atau orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

"Kami tidak tahu mereka membayar ke siapa tapi kalau mau berjualan ya harus berubah dan mengikuti aturan yang sudah ada, jangan berjualan di zona steril (trotoar Jalan Pangarukan)," jelasnya. (*)

Penulis: gil
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved