Milad Muhammadiyah 105 Pilih Tema Merekat Bersama
Tema ini memiliki makna bahwa Indonesia yang lahir dari hasil kesepakatan pendahulu harus terus dipelihara agar menjadi negara yang bersatu.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - 'Muhammadiyah Merekat Bersama' adalah tema besar yang dipilih Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada milad ke 105 tahun ini yang jatuh pada tanggal 18 November nanti.
Pada sesi jumpa pers yang digelar di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah hari ini, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto menuturkan, tema ini memiliki makna bahwa Indonesia yang lahir dari hasil kesepakatan pendahulu harus terus dipelihara agar menjadi negara yang bersatu.
"Harus ada upaya aktif dari seluruh masyarakat untuk mewujudkan Indonesia bersatu. Bagaimana upaya tersebut bukan hanya berujung pada slogan melainkan juga realitas," ujar Agung, Kamis (16/11/2017).
Milad Muhammadiyah ke 105 ini bakal di gelar di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tanggal 17 November nanti.
Agung menjelaskan, pemilihan tempat penyelenggaraan milad ini tak lepas saling memberikan dukungan antara Keraton dan Muhammadiyah.
"Muhammadiyah sejak awal bisa dikatakan selalu disupport oleh Keraton. Satu di antaranya nampak ketika KH Ahmad Dahlan dikirim ke Timur Tengah," terang Agung.
Lanjut Agung, Muhammadiyah dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki sejarah panjang, sehingga penyelenggaraan milad di Keraton ini sesuatu yang wajar dan bentuknya dari adanya hubungan yang baik antara Muhammadiyah dan kebudayaan setempat.
"Nantinya anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengenakan pakaian adat Jawa. Sedangkan perwakilan wilayah Muhammadiyah dari berbagai daerah akan memakai baju adat daerahnya masing-masing," terang Agung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/milad_20171116_113552.jpg)