Curah Hujan di DIY Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada
Masyarakat perlu waspada munculnya hujan lebat durasi singkat yang disertai petir dalam beberapa hari ke depan.
Penulis: gil | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyatakan DIY sudah mulai memasuki musim hujan.
Masyarakat diminta waspada potensi bencana yang mungkin hadir.
Kepala kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono mengatakan, awal musim hujan di DIY dinilai masih sporadis atau belum merata di seluruh wilayah.
Awal musim hujan ini terlihat dari curah hujan yang saat ini telah mencapai lebih dari 50 milimeter per dasarian.
"Sedang di awal musim hujan ini kita prediksi jumlah curah hujan rata-rata bulanan di angka kisara 200-300 milimeter," ujar Djoko, Kamis (16/11/2017).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca pada siang hingga sore hari di wilayah bagian utara dan tengah Yogyakarta berpotensi hujan sedang-lebat.
Sedang di wilayah bagian selatan Yogyakarta berpotensi hujan di sore hingga malam hari.
"Suhu udaranya berkisar 22-32 celcius dengan kelembapan 60-95 persen," kata Djoko.
Ia menambahkan, masyarakat perlu waspada munculnya hujan lebat durasi singkat yang disertai petir dalam beberapa hari ke depan.
Pun, patut diwaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi di laut Selatan yang bisa mencapai 1,25 - 2,5 meter.
"Masyarakat diimbau untuk waspada potensi banjir, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai. Selain itu, menebang pohon tua dan memangkas cabang yang sudah rapuh untuk menghindari roboh saat angin kencang terjadi," ungkapnya.
Saat musim hujan setiap bulan akan mengalami tren kenaikan curah secara bertahap dan hujan diprediksi akan mencapai puncak tertinggi pada bulan Januari-Februari 2018.
Curah hujan pada periode Puncak musim hujan diperkirakan mencapai 400-550 milimeter per bulan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hujan_20171014_134501.jpg)