LIPSUS TRIBUN JOGJA

Praktik Jual Beli Trotoar di Jogja - Paguyuban: Yang Namanya Jual Beli Lapak Itu Enggak Boleh!

"Yang namanya jual beli lapak itu enggak boleh. Selama ada paguyuban tidak ada yang namanya jual beli lapak, yang ada hanya uang pengganti"

Praktik Jual Beli Trotoar di Jogja - Paguyuban: Yang Namanya Jual Beli Lapak Itu Enggak Boleh!
yangenak.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Gadjah Mada (Pekalima Gama), Pak Brewok, menandaskan pihaknya secara tegas akan mengeluarkan salah seorang anggota paguyuban yang secara terang-terangan melakukan praktik jual beli trotoar.

Lebih lanjut, pria 45 tahun ini membenarkan bahwa salah satu lapak PKL yang dimuat di forum jual beli online merupakan lapak yang ada di wilayahnya, hanya saja lapak tersebut sudah lama tidak dipergunakan.

"Ini sudah setahun nggak jualan. Ini nggak bener namanya, akan saya usut ini kenapa dia berani bertindak seperti ini," kata Brewok.

"Yang namanya jual beli lapak itu enggak boleh. Selama ini, selama ada paguyuban tidak ada yang namanya jual beli lapak, yang ada hanya uang pengganti peralatan dari pedagang baru yang mengganti posisi pedagang lama," urainya.

Baca: Praktik Jual Beli Trotoar di Jogja - Woww! Lapak PKL Ini Dibanderol Rp55 Juta

Hal ini wajar, sambungnya, mengingat butuh modal yang tak sedikit untuk mendirikan lapak PKL di tempat ini.

"Kalau mengganti alat ya wajar namun dengan harga yang wajar. Kalau ketahuan mengiklankan kita esksekusi. Ini kan lahan pemerintah kalau berani menjual lapak ya kita tindak, kita laporkan ke Kecamatan," jelas Brewok.

Sekretaris Pekalima Gama, Aris, menambahkan selama diresmikan di tahun 1999 lalu, berbagai permasalahan pelik pernah terjadi.

Diantaranya, ada yang ketahuan melakukan transaksi jual beli, namun transaksi tersebut urung terjadi.

Pasalnya, paguyuban berhasil mengendus transaksi tersebut.

Halaman
123
Penulis: sis
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved