Mayoritas Masyarakat yang masih BAB Sembarangan adalah yang Tinggal di Dekat Sungai

Penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin mulai diintensifkan sejak 2014 silam

Mayoritas Masyarakat yang masih BAB Sembarangan adalah yang Tinggal di Dekat Sungai
TRIBUNJOGJA.COM / Septiandry Mandariana
Camat Cawas, Muhammad Nasir saat menandatangani Komitmen Bersama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Minggu (12/11/2017) di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Klaten. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Camat Cawas, Muhammad Nasir mengatakan, sejauh ini menurut pemantauan pihaknya, mayoritas masyarakat yang melakukan aktivitas BAB sembarangan di sungai, merupakan mereka yang bermukin di seputaran aliran sungai.

“Mayoritas warga yang BAB sembarangan tinggal di dekat aliran sungai. Paling banyak BAB di sungai itu ada di Desa Mlese. Mereka juga desa yang terakhir untuk dideklarasikan menjadi ODF,” papar Nasir, Minggu (12/11/2017).

Baca: Kecamatan Cawas Sudah Mendeklarasikan Diri Sebagai Wilayah ODF

Selain dengan melakukan sosialisasi yang secara terus menerus kepada masyarakat, juga dengan diwujudkan wilayah bebas BAB, di daerah tersebut diawali dengan penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin yang mulai diintensifkan sejak 2014 silam.

Warga miskin di Kecamatan Cawas yang tidak memiliki jamban dibantu dengan dana APBDes untuk penyediaan jamban.

“Ada juga bantuan dari Koramil, Dinkes dan Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (Dispermasdes). Seluruh desa kita dorong melalui program jambinasisasi itu,” tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: abm
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved