Kasus DBD Yogyakarta Menurun, Pengaruh Nyamuk Wolbachia?

Bila sebelumnya terdapat 1.705 kasus DBD dengan 13 angka kematian, namun hingga Oktober ini terdapat 383 kasus dengan 2 pasien yang meninggal.

Editor: Gaya Lufityanti
AFP PHOTO/MARVIN RECINOS
Nyamuk Aedes Aegypti. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta sepanjang tahun 2017 ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Apabila sebelumnya terdapat 1.705 kasus DBD dengan 13 angka kematian, namun hingga bulan oktober ini terdapat 383 kasus dengan 2 pasien yang meninggal.

Menurunnya jumlah kasus tersebut besar kemungkinan dipengaruhi adanya program penyebaran nyamuk berwolbachia yang disebar di 12 wilayah di kota Yogyakarta sejak pertengah tahun lalu.

Penyebaran nyamuk berwolbachia masih berlangsung  hingga akhir tahun 2019 ini.

Namun begitu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kota Yogyakarta, Yudiria Amelia, belum berani menyimpulkan penurunan jumlah kasus DBD tersebut berkat program Eliminate Dengue Project (EDP) UGM.

Menurutnya, penurunan kasus DBD juga dipengaruhi faktor cuaca dimana  curah hujan yang turun tahun ini tidak begitu merata sepanjang musim.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini hasil dari EDP, apalagi penelitian ini masih berlangsung, kalau kita lihat hujan yang turun tahun ini tidak merata seperti tahun-tahun sebelumnya, saya kira bisa menjadi faktor menurunnya kasus DBD,” kata Yudiria Amelia beberapa waktu lalu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved