Terungkap! Ini Fakta Seputar Dokter Letty, Sang Dokter yang Tewas Ditembak Suami Sendiri

Helmi nekat membunuh Lety lantaran tak mau diceraikan setelah lima tahun usia pernikahan mereka.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
tribunstyle/kolase
Dokter Helmi dan Dokter Lety 

TRIBUNJOGJA.COM - Ini kisah pilu Dokter Lety yang tewas ditangan suaminya sendiri.

Rumah tangga antara dokter Helmi dan dokter Lety Sultri berujung tragis.

Permasalahan rumah tangga mereka diakiri dengan berondong peluru Helmi ke arah istrinya di Klinik Az Zahra Meical Center, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017).

Helmi nekat membunuh Lety lantaran tak mau diceraikan setelah lima tahun usia pernikahan mereka.

Lety ingin menyudahi bahtera rumah tangga dengan helmi lantaran kerap menerima perlakuan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Berikut lima fakta dr. Lety yang tewas ditembak mati oleh suaminya sendiri.

1. dr Lety Kenal Helmi Lewat Facebook


(Tribun Timur)

Sebelum menjadi sumai-istri, Lety dan Helmi berkenalan melalui Facebook.

Hal ini diketahui kakak kandung Lety, Afifi Bachtiar.

"Awalnya kenal lewat Facebook kalau dari cerita adik saya waktu itu, lima tahun yang lalu," kata Afifi.

2. dr. Lety Pernah Lapor Polisi

Lety pernah melaporkan tindak kekerasan suaminya kepada pihak berwajib.

Tetapi Lety akirnya mencabut laporan itu sehingga Helmi batal menghuni 'hotel prodeo'.

Setelah ancaman itu nyatanya Helmi tak jera.

Ia terus melakukan KDRT dan mengancam membunuh istrinya.

3. Suami dr Lety Memperkosa Karyawan Klink

Helmi bahkan dikabarkan pernah memperkosa karuawan sebuah klinik di Jakarta Timur.

Sayangnya, sang korban tak melaporkan perbyuatan bejat Helmi ke polisi.

4. Hemli Tega Membunuh Wanita yang Pernah Mewarnai Hari-harinya


(Tribun Timur)

Ancaman Helmi ternyata berbuah nyata.

Pada Kamis sekitar pukul 14.00 WIB, Helmi datang ke tempat istrinya bekerja di klink Az-Zahra, Jalan Dewei Sartika, Jakarta Timur.

Ia datang membawa senjata api.

Lety yang sedang mengobrol dengan karyawan klinik langsung menghampiri Helmi.

Percecokan tak dapat dihindari.

Mengetahui sang suami membawa senjata api, ia lari berlindung di dalam sebuah ruangan.

Petugas klinik sempat melerai tapi tak lama kemudian suara tembakan meletus.

"Tidak lama para saksi mendengar suara letusan senjata api sebanyak enam kali, kemudian pelaku melarikan diri meninggalkan TKP."

"Pelaku menembak korban hingga tewas dengan gunakan senjata api," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono seperti dilansir Tribunstyle.com dari Kompas.com.

5. Kabur Pakai Ojek Online

Usai membunuh sang istri, Helmi melarikan diri dengan naik ojek online.

Tak lama kemudian Helmi menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya.

Kepada polisi, Helmi mengaku telah menembak istrinya.

Polisi menemukan dua pucuk senjata api rakitan.

Helmi terancam dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.  (Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved