Film Marlina, Si Pembunuh Dalam Empat Babak Butuh Waktu 3 Tahun untuk Produksi

Film garapan Mouly Surya ini telah mendapat berbagai penghargaan di berbagai festival film di Eropa, Amerika dan Asia.

Film Marlina, Si Pembunuh Dalam Empat Babak Butuh Waktu 3 Tahun untuk Produksi
tribunjogja/wahyu setiawan nugroho
Sutradara, produser dan pemain film Marlina, si pembunuh dalam empat babak berfoto bersama setelah penayangan perdana di CGV Cinema Hartono Mal Yogyakarta selasa (7/11/2017) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM SLEMAN - Film 'Marlina, si pembunuh dalam empat babak' pertama kali di tayangkan di Indonesia kemarin selasa (7/11/2017).

Film yang telah berkeliling Eropa dan Amerika untuk mengikuti berbagai ajang festival film ini akhirnya kembali ke Indonesia dan akan tayang di Indonesia.

Film ini perdana tayang dalam pembukaan gelaran press conference JOGJA-NETPAC Asian Film Festival.

Film garapan Mouly Surya ini telah mendapat berbagai penghargaan di berbagai festival film di Eropa, Amerika dan Asia.

Namun, sederet prestasi tersebut memang tidak mudah mendapatkannya.

"Ide awal itu muncul tahun 2014, saat saya diajak ngobrol sama mas Garin Nugroho," jelas Mouly Surya saat sesi tanya jawab.

"Sampai akhirnya film ini selesai tahun 2017," tambahnya.

Dirinya menambahkan banyak sekali yang harus dipersiapkan untuk memproduksi film ini.

Mulai dari riset, mencari dana hingga pemilihan talent.

Bahkan kesibukan lain juga mempengaruhi lamanya produksi film ini.

Namun tampaknya lama dari pembuatan film yang berlatar belakang di Sumba ini cukup terbayarkan.

Film ini mendapatkan berbagai penghargaan dari beberapa ajang film festival di eropa, amerika dan asia.

Bahkan film ini juga mendapat subsidi bergengsi dari dari kementerian Luar Negeri dan kebudayaan Perancis Yaitu Cinema du Monde.

Film yang menceritakan pembunuhan janda terhadap perampok ini rencananya akan mulai resmi tayang di bioskop Indonesia tanggal 16 November mendatang. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved