Breaking News:

Efek Cuaca Ekstrim, Tiga Orang Nyaris Tewas Tersambar Petir di Banyumas dan Kebumen

Seorang petani di Kebumen bernama Saryono (42), nyaris meregang nyawa pasca tersambar petir

net
Ilustrasi petir 

TRIBUNJOGJA.COM - Sedikitnya tiga orang menjadi korban sambaran petir akibat cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah eks Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/11/2017).

Seorang petani di Kebumen bernama Saryono (42), nyaris meregang nyawa pasca tersambar petir saat membajak sawah sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut saksi mata, Supri (30), warga Dukuh Kalisawah, Desa Adimulyo, korban nekat tetap membajak sawah menggunakan traktor saat hujan deras. Tiba-tiba, kilat petir menyambar korban yang langsung terkapar di tempat.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Ajun Komisaris Willy Budiyanto mengatakan, beruntung nyawa Saryono masih tertolong, meski menderita luka bakar pada pundak kiri. Saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di Poliklinik Umum (PKU) Muhammadiyah Sruweng.

Sementara di hari yang sama, petir juga menyambar sebuah rumah di Desa Krajan RT 3 RW 1 Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Akibatnya, dua orang penghuni rumah yakni Kidam (58) dan putranya, Anto (30) menderita luka bakar pada kaki dan gangguan pendengaran.

“Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, diduga petir menyambar lewat antena televisi di rumah. Saat ini kedua korban sudah dilarikan ke RSUD Ajibarang,” kata anggota Komando Resor Militer 071 Wijaya Kusuma, Kusnawan. 

Selain itu, sejumlah peralatan elektronik milik korban mengalami kerusakan dan instalasi listrik di rumah tersebut juga ikut terbakar.

Berdasarkan peringatan dini cuaca Provinsi Jawa Tengah yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, sebagian besar wilayah di Jawa Tengah berpotensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

“Kondisi tersebut berlangsung sampai pukul 18.00 WIB. Potensi hujan disertai petir dan angin terjadi di wilayah selatan Jawa Tengah dan meluas ke bagian utara,” ujar Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo. (*/kompas.com)

Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved