Wow, Ternyata Omzet Bisnis Pakaian 'Awul-awul' Sekaten Bisa Capai Ratusan Juta Rupiah Lho

Stan yang banyak dikunjungi adalah stan yang menjual pakaian bekas impor yang banyak muncul setiap perayaan Sekaten

Wow, Ternyata Omzet Bisnis Pakaian 'Awul-awul' Sekaten Bisa Capai Ratusan Juta Rupiah Lho
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Satu stand pakaian bekas impor atau awul-awul di Pasar Perayaan Sekaten, Alun-alun Utara Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanif Suryo

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski belum secara resmi dibuka, deretan motor sudah tampak memadati area parkir di sebelah utara Alun-Alun Utara, Yogyakarta, Minggu (5/11/2017).

Setelah didekati, ternyata stan yang banyak dikunjungi adalah stan yang menjual pakaian bekas impor yang banyak muncul setiap perayaan Sekaten.

Seorang pedagang, Reno, mengungkapkan bahwa ini adalah tahun keempatnya berjualan di Sekaten Yogyakarta.

Mayoritas penjual pakaian bekas itu berasal dari daerah Medan, Pekanbaru, Padang, dan daerah di sekitarnya.

"Kalau hari biasa mangkal di daerah Parakan Temanggung, disana banyak penjual baju bekas impor seperti saya," ungkap perantau asal Palembang ini.

Baju bekas impor ini menurut Reno kebanyakan berasal dari Jepang, Korea, dan China.

"Saya ambil dari Bandung, barangnya lumayan banyak dan bagus juga kondisinya," ungkap Reno.

Reno menambahkan ia membeli baju bekas impor ini dalam bentuk karungan, harga perkarung berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta, tergantung jenis dan grade-nya.

"Kalau grade satu kondisinya banyak yang bagus, tapi dalam satu karung tersebut tidak selalu berisi barang yang bagus. Pasti ada juga yang kondisinya kurang baik atau grade 2 bahkan grade 3," ungkap Reno.

Untuk barang grade 1 atau kondisi baik, Reno dan keempat rekannya akan memilahnya kemudian digantung menggunakan gantungan baju.

Sementara barang grade 2 atau grade 3 yang kondisinya kurang baik akan ditumpuk di meja dan dijual dengan harga yang lebih murah.

Untuk even Sekaten tahun ini, Reno membawa sekira 100 karung yang ia bawa menggunakan truk dari Temanggung.

Dari usaha pakaian bekas impor ini, Reno mengaku hasilnya lebih dari cukup untuk kehidupan sehari-hari.

"Tahun lalu omzet saya hanya dari Sekaten sampai Rp100 juta, bahkan teman saya yang lapak usahanya lebih besar dari saya bisa dapat Rp300 jutaan hanya dalam sebulan," ujar Reno. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved