Kualitas Turun, Tanaman Tembakau Dibiarkan Mati dan Mengering
Hal ini untuk menghemat ongkos produksi sembari menunggu musim tanam selanjutnya.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tanaman tembakau yang mati akibat gagal panen dibiarkan begitu saja oleh petani tembakau di Magelang.
Hal ini untuk menghemat ongkos produksi sembari menunggu musim tanam selanjutnya.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang, Catur Windarmoko.
Dikatakannya, tanaman tembakau yang masih berdaun dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya, karena kualitasnya yang sudah menurun akibat terguyur hujan.
Hal ini dilakukan untuk menghemat ongkos, karena apabila tetap dilakukan pemanenan, maka harga tembakau pun sudah terlanjur anjlok dan tidak sesuai harga jualnya.
"Petani membiarkan begitu saja tanaman tembakaunya sambil menunggu musim tanam padi.Rata - rata para petani ini akan beralih menanam padi nantinya " ujar Catur, Minggu (5/11/2017).
Baca: Gagal Panen, Petani Tembakau di Magelang Rugi Puluhan Juta Rupiah
Catur mengatakan, kurang lebih 60% petani di wilayahnya menanam tembakau pada tahun ini.
Namun demikian, kerugian paling banyak dialami oleh petani yang menyewa lahan, sedangkan petani dengan lahan sendiri masih bisa mendapatkan untung.
"Masyarakat petani yang menanam lebih awal, sudah panen terlebih dahulu sebelum musim hujan tiba. Sedangkan yang baru saja tanam, hingga saat ini masih banyak yang belum bisa panen, sehingga layu kemudian mati," tuturnya.
Lanjut Catur, kini petani hanya bisa menunggu sampai musim hujan datang untuk dapat bertanam padi.
Pasalnya, sebagian sawah di Desa Karanganyar, merupakan sawah tadah hujan.
"Kami masih menunggu hujan hingga stabil terlebih dahulu," ujar Catur.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petani-tembakau-magelang_20171105_180924.jpg)