Polisi Korea Punya Cara Jitu Melawan Penikmat Pornografi, "Bikin Video Hantu"

Di Korsel, aksi kejahatan merekam perempuan, baik rok atau saat ganti baju menggunakan kamera terselubung semakin meresahkan.

Editor: ribut raharjo
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepolisian Korea Selatan ( Korsel) menciptakan sebuah video palsu untuk menekan angka penikmat video voyeuristik menggunakan kamera terselubung.

Voyeuristik adalah kepuasan seksual yang didapat dengan menonton seseorang telanjang atau tengah bercinta.

Di Korsel, aksi kejahatan merekam perempuan, baik rok atau saat ganti baju menggunakan kamera terselubung semakin meresahkan.

Sebab, dari tahun ke tahun, jumlahnya meningkat dengan cukup signifikan.

Menurut data dari kepolisian Korsel, pada 2012, jumlah pelaku yang ditahan karena membuat atau menyebarkan video terselubung mencapai 2.400 orang.

Jumlah itu melonjak di 2015 menjadi 7.623 kasus.

Sementara di tahun ini, data terakhir Agustus lalu menyebutkan ada 3.914 pelaku yang diamankan.

Situasi ini membuat penegak hukum Korsel menciptakan sebuah video untuk memberi efek jera bagi mereka yang doyan menonton video voyeuristik menggunakan kamera terselubung.

Euronews melansir Jumat (3/11/2017), sebuah video berjudul Fitting Room (Kamar Ganti) diunduh lebih dari 26.000 warganet di Youtube antara 17-31 Oktober.

Dalam video itu, ditampilkan perempuan tengah melepas baju dengan sudut pengambilan dari atas.

Warganet sontak terkejut ketika sosok perempuan itu berubah menjadi hantu dengan sebuah pesan terpampang di video.

"Anda mungkin adalah pria yang membuatku bunuh diri." Begitulah pesan yang ditampilkan oleh si hantu.

Menurut hukum di Korsel, pelaku yang menciptakan atau menyebarkanpornografi seperti video dari kamera terselubung diganjar denda 10 juta won Korsel atau Rp 120 juta.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved