Persija Vs Persib - Seorang Mahasiswa UNS Jadi Korban Salah Sasaran Amuk Massa

Ironis pula karena sang suporter yang sesungguhnya pendukung Persija Jakarta ini sempat dirawat di rumah sakit.

Persija Vs Persib - Seorang Mahasiswa UNS Jadi Korban Salah Sasaran Amuk Massa
Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Petugas kepolisian berusha mengevakuasi seorang supoter korban kerusuhan saat pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017). Persija sebagai tuan rumah menang atas Persib Bandung dengan skor 1-0. 

TRIBUNJOGJA.COM - Hanya gara-gara mengenakan kaos yang ada warna biru, seorang suporter diduga menjadi korban keroyokan massa oleh suporter Persija Jakarta. Ironisnya, korban tak lain juga pendukung Persija.

Ahmad Habibi, 19, adalah pendukung Persis Solo asal Sukoharjo.

Hanya, mahasiswa Universitas Negeri Surakarta (UNS) ini juga ngefans Persija Jakarta.

Dia pun tak pernah melewatkan pertandingan Persija di Solo. Termasuk saat melawan Persib Bandung di pertandingan Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11/2017).

Namun, malang nian nasibnya. Dia dituduh pendukung Persib hanya karena kaos hitam yang dikenakan ada warna birunya. Tak ayal, dia dikeroyok pendukung Persija.

Beruntung, Ahmad bisa diselamatkan petugas keamanan yang naik ke tribune.

“Saya terburu-buru ke Manahan. Jadi saya tidak sempat ganti baju. Ternyata baju saya ada warna birunya,” kata Ahmad.

Selain Ahmad masih ada korban pengeroyokan massa yang terjadi tak lama setelah pertandingan usai. Kondisi korban lebih parah karena dia sudah tak sadarkan diri saat dievakuasi petugas.

Kejadian pengeroyokan oleh suporter Persija ini merupakan yang kedua kalinya di Solo. Tahun lalu saat melawan Persib di ISC A, beberapa suporter Persija pun menjadi korban pengeroyokan, termasuk suporter asal Klaten.

Ironis pula karena sang suporter yang sesungguhnya pendukung Persija Jakarta ini sempat dirawat di rumah sakit.

Padahal panitia pelaksana pertandingan Persija sudah mengimbau agar suporter bersikap santun. Mereka harus menghindari perilaku pengeroyokan yang sesungguhnya salah sasaran.

Ketua Umum PP Jakmania, Ferry Indra Syarif, pun hanya bisa meminta maaf kepada para korban dan Pasoepati sebagai tuan rumah atas insiden itu.

Namun dia mengklaim bila situasi pertandingan lebih kondusif dibandingkan tahun lalu.

Menurut dia tidak ada lagi aksi aksi sweeping kartu identitas atau ponsel yang membuat belasan penonton luka parah.

“Kami minta maaf kepada Pasoepati dan warga Solo karena terulangnya kejadian yang tidak mengenakkan. Tapi pertandingan ini sudah jauh lebih baik dari tahun lalu. Sudah tidak ada lagi sweeping. Korbannya juga masih bisa berjalan,” kata Ferry. (*/bolasport)

Editor: ton
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved