Mantan Kapten PSIM ini Utamakan Karir, Namun Tidak Kesampingkan Pendidikan

September lalu Sunni baru saja pendadaran yang merupakan pertanggungjawabannya atas karya ilmiah yang telah ia susun.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
IST
Sunni Hizbullah dan pacar berfoto seusai pendadaran September lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanif Suryo

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mantan kapten tim PSIM Yogyakarta 2016, Sunni Hizbullah belum lama ini usai menuntaskan kewajibannya di bidang pendidikan.

September lalu Sunni baru saja pendadaran yang merupakan pertanggungjawabannya atas karya ilmiah yang telah ia susun.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta ini mengaku waktu pendadarannya tertunda beberapa waktu karena ia telah berkomitmen untuk melakoni kompetisi Liga 2 2017 bersama PSCS Cilacap.

"Seharusnya awal tahun saya sudah bisa maju pendadaran, tapi harus tertunda sampai September kemarin," ujar pemain belakang bertubuh tinggi besar ini, Jumat (3/11/2017).

Sunni menceritakan, ia telah menyusun skripsinya sejak bermain di PSIM Yogyakarta pada 2016 lalu.

Bahkan pelatihnya di PSIM adalah dosen yang membimbing skripsinya.

"Pembimbing saya Pak Bagyo, pelatih di PSIM juga. Biasanya setelah berlatih saya sempatkan untuk bertanya-tanya mengenai skripsi," ujar anak kelima dari lima bersaudara ini.

Meski bagi Sunni karir adalah yang utama, namun ia tak begitu saja mengesampingkan pendidikannya.

"Pendidikan buat saya sangat penting, itukan bekal kemudian hari ketika sudah tidak bermain bola. Bekal untuk mencari pekerjaan, tentu lebih dihargai," tambah Sunni.

Untuk skripsinya, pesepakbola kelahiran 1994 ini mengangkat tentang ball feeling yang merupakan dasar bagi pesepakbola.

"Ball feeling itu perasaan kita terhadap bola, seperti saat dribbling, passsing, dan kontrol bola. Kalau kita punya ball feeling yang bagus, bermain bola itu sangat enak, karena perasaan kita terhadap bola sudah menyatu," ujar Sunni.

Penelitian yang ia lakukan pada anak-anak di SSB Persopi Piyungan ini menunjukkan bahwa latihan ball feeling merupakan latihan dasar bagi pesepakbola pemula.

Sunni juga memberikan saran agar kemampuan ball feeling dapat ditingkatkan.

"Latihan ball feeling dapat dilakukan dengan latihan kordinasi, menggiring bola zig zag, gerakan maju mundur diatas tangga kordinasi," tambah Sunni.

Sunni juga tak menampik bahwa dukungan pacar kepadanya sangat besar hingga skripsinya dapat ia selesaikan. 

"Waktu saya tidak bisa mengurus untuk syarat pendadaran, pacar saya yang wara-wiri ke kampus untuk menguruskan," ujar Sunni.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved