Pengakuan Pedagang : Bisnis Awul-awul Pasar Sekaten Bisa Hasilkan Pendapatan yang Menjanjikan

Gelaran yang diselengarakan di Alun-alun utara ini selalu mampu mendatangkan ribuan orang yang datang dari manapun.

Pengakuan Pedagang : Bisnis Awul-awul Pasar Sekaten Bisa Hasilkan Pendapatan yang Menjanjikan
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Satu stand Awul-awul di Pasar Malam Sekaten di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Kamis (2/11/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasar malam Sekaten yang menjadi agenda rutin di Yogyakarta selalu memiliki daya tariknya tersendiri.

Gelaran yang diselengarakan di Alun-alun utara ini selalu mampu mendatangkan ribuan orang yang datang dari manapun.

Salah satu yang menjadi daya tarik adalah adanya kios pedagang pakaian bekas, atau biasa disebut 'awul-awul'.

Tampak puluhan kios mengisi sudut area Pasar Malam Sekaten, menjual berbagai macam jenis pakaian, dari daster, celana jeans hingga gaun tersedia disini.

Pakaian formal seperti kemeja maupun jas digantung berjejer, sementara untuk pakaian tipis dan celana jins ditumpuk menjadi satu di atas papan kayu.

"Harga pakaian disini mulai dari Rp5 ribu hingga Rp120 ribu," ujar Sri, seorang penjual pakaian bekas yang beberapa tahun terakhir ini tidak pernah absen berjualan di Sekaten.

Harga termurah biasanya dibanderol untuk pakaian dengan bahan yang tipis seperti daster ataupun kaus.

Sedangkan untuk pakaian seperti jas dan gaun dibanderol dengan harga di atas Rp50 ribu.

Bila anda berminat, beberapa harga tersebut masih bisa anda nego kepada penjualnya langsung.

"Kalau yang paling banyak dicari tetap celana panjang dan jaket," lanjut Sri.

Meskipun tidak mengakui secara gamblang, namun Sri mengungkapkan bahwa berjualan pakaian bekas di Sekaten dia bisa mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved