Hakim Memutuskan Agar Sarli Kembali Dipekerjakan Lagi di LBH Yogyakarta

SK pemberhentian bernomor 01/Dir/SKEP/LBH-YK/I/2016 yang diterima Sarli adalah sebuah kesalahan dan tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.

Hakim Memutuskan Agar Sarli Kembali Dipekerjakan Lagi di LBH Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Sidang kasus gugatan pemecatan sepihak yang dilayangkan Sarli Zulhendra, Kadiv Sipol LBH Yogyakarta kepada Direktur LBH Yogyakarta, Hamzal Wahyudin di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Yogyakarta. Adapun sidang kali ini adalah pembacaan putusan, Rabu (2/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus gugatan yang dilayangkan Sarli Zulhendra, Kadiv Sipol LBH Yogyakarta kepada Direktur LBH Yogyakarta, Hamzal Wahyudin telah memasuki fase pembacaan putusan.

Adapun, kasus yang sudah bergulir sejak tahun 2016 ini bermula dari pemecatan sepihak yang dilakukan oleh Direktur LBH kepada seorang stafnya.

Pemasalahan tersebut harus diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) karena perundingan antara kedua belah pihak tidak menemui titik terang.

Akhirnya, setelah melalui proses sidang yang lama, hakim ketua persidangan tersebut mengabulkan gugatan Sarli.

Dimana hasil putusannya adalah pihak LBH Yogyakarta diharapkan sesegera mungkin mempekerjakan kembali Sarli seperti sedia kala.

Bedi Setiawan Al-Fahmi, kuasa hukum Sarli menyambut positif hasil sidang tersebut.

Ia menilai, Surat Keputusan (SK) pemberhentian bernomor 01/Dir/SKEP/LBH-YK/I/2016 yang diterima Sarli adalah sebuah kesalahan dan tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.

Maka sudah semestinya putusan dari hakim ketua tadi berbunyi seperti itu.

"SK itu tidak sesuai dengan proses mekanisme yang tertuang di UU nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan tidak ada dasar hukumnya. Sehingga sudah semestinya putusannya tadi memenangkan Sarli," katanya usai sidang, Rabu (2/11/2017).

Nanda Hasri Tanjung, kuasa hukum yang juga membela Sarli mengakui bahwa kasus ini diajukan ke ranah hukum usai tidak ada titik terang ketika kedua belak pihak bertemu dalam pembahasan masalah tersebut.

Ia berharap dengan putusan ini dapat menjadi catatan tersendiri bagi pihak LBH untuk melakukan perbaikan yang lebih baik lagi ke depannya.

"Memang sudah tak ada cara lain lagi selain diselesaikan dengan persidangan, dengan putusan ini semoga LBH Yogya sadar telah melakukan kesalahan serta kedepannya melakukan perbaikan dalam mengambil keputusan," tambahnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved