Gunungkidul Dinilai Lebih Tertata Dalam Penggunaan Bahasa

Penggunaan bahasa Indonesia di lingkup Kabupaten Gunungkidul dinilai lebih tertata dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain.

Gunungkidul Dinilai Lebih Tertata Dalam Penggunaan Bahasa
TRIBUNJOGJA.COM / Tris Jumali
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Penyuluhan Bahasa Indonesia Media Massa Kabupaten Gunungkidul di pendopo Sewokoprodjo, jalan Pangarasan, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (2/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tris Jumali

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Balai Bahasa DIY, Pardi Suratno pada Penyuluhan Bahasa Indonesia Media Massa Kabupaten Gunungkidul menyampaikan penggunaan bahasa nasional di DIY masih perlu ditingkatkan.

Hal itu ditandai dengan penggunaan bahasa Indonesia di tingkat lembaga publik, baik yang ada di papan informasi atau spanduk yang dinilai belum sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Berdasarkan pantauan kami tidak hanya wilayah Yogyakarta, tapi seluruh Indonesia, penggunaan bahasa nasional di Yogyakarta ini masih perlu ditingkatkan," ucap Pardi di pendopo Sewokoprodjo, Jalan Pangarasan, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (2/11/2017).

Namun demikian berdasarkan pantauan dari Badan Bahasa DIY, penggunaan bahasa Indonesia di lingkup Kabupaten Gunungkidul dinilai lebih tertata dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain.

"Bisa kita lihat penggunaan bahasa, terutama penggunaan bahasa di ruang publik di pusat pemerintahan provinsi, kalau di kabupaten masih cukup bagus menurut saya, yang cukup bagus ini harus diingatkan dan dipantau, diedukasi secara terus menerus, agar lebih bagus lagi," terangnya.

Meski begitu di Gunungkidul sendiri masih perlu adanya peningkatan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah.

Oleh sebab itu pihaknya pun gencar melakukan penyuluhan agar bahasa Indonesia kembali diutamakan dalam komunikasi diberbagai ranah.

Selain itu pihaknya juga akan mendorong setiap kabupaten atau kota untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penamaan tempat-tempat publik.

“Pemerintah kabupaten atau kota didorong untuk melaksanakan peraturan gubernur tetang penamaan gedung atau tempat tertentu dengan bahasa kita, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Jawa,” kata Pardi.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan untuk meningkatkan penggunaan bahasa yang baik dan benar perlu adanya upaya yang komperhensif.

"Upaya tersebut dapat melalui aturan dan juga petunjuk teknis berbahasa yang baik dan benar, sekaligus cara memperbaiki bahasa Indonesia supaya benar," ucapnya.

Immawan menilai di Gunungkidul sendiri sudah ada peningkatan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Hal itu tercermin dari penggunaan bahasa Indonesia di berbagai ruang publik sepanduk ataupun papan iklan.

“Beberapa tahun lalu masih buruk sekali tapi sekarang sudah ada peningkatan,” ujarnya. (*)

Penulis: trs
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved