Satpol PP Bakal Tindak Pembuang Sampah di Sungai

Upaya pemasangan plang tersebut sebagai bentuk pencegahan kebiasaan buruk warga yang membuang sampah di aliran sungai.

Satpol PP Bakal Tindak Pembuang Sampah di Sungai
tribunjogja/susilo wahid
Petugas Satpol PP Bantul memasang plang larangan membuah sampah di sisi jembatan selatan Pasar Niten, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Rabu (1/11/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul memasang plang bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan di beberapa titik rawan sampah yang bukan pada tempatnya.

Terutama area jalan raya dengan jembatan di atas sungai.

Rabu (1/11/2017), petugas Satpol PP Bantul memasang plang di salah satu sudut jembatan sebelah selatan Pasar Niten, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

"Ada 20 plang yang akan kita pasang, ini salah satunya," ujar Kasi Penindakan Bidang Penegakan Kerja Satpol PP Bantul, Sismadi.

Upaya pemasangan plang tersebut sebagai bentuk pencegahan kebiasaan buruk warga yang membuang sampah di aliran sungai.

Harapannya, dengan tulisan yang tertera dalam plang, warga akan berpikir ulang jika akan membuang sampah mengingat sanksi yang didapat cukup berat.

Berdasar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bantul No.15 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah pasal 44 jo pasal 48, membuang sampah sembarangan bakal mendapat sanksi pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta. Aturan ini bersifat tegas.

Satpol PP pun tak segan menindak setiap pelanggar yang terbukti membuang sampah di sungai karena telah punya pegangan Perda tersebut.

"Awalnya kita beri peringatan dan pendekatan, tapi jika terus diulang akan kita beri sanksi yang lebih tegas agar ada efek jera," kata Sismadi.

Selain di jembatan daerah Niten, Satpol PP juga akan memasang plang di titik-titik yang sering menjadi pembuangan sampah dadakan.

Seperti jembatan di atas kali Winongo di ringroad selatan sampai daerah ringroad barat. Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jika terus dilakukan.

Indriyanta selalu Sekretaris DLH Bantul mengamini kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai memang masing cukup tinggi.

Meski tak sepenuhnya sampah di sungai wilayah Bantul dihasilkan dari masyarakat Bantul namun dirasa perlu upaya pencegahan yang baik.

Ia memilih berfikir positif dan terus berupaya melakukan pendekatan melalui tingkat RT, RW, Desa sampai Kecamatan guna sosialisasi.

"Saya pikir masalah ini bisa diselesaikan lebih efektif jika mereka sadar dari diri sendiri untuk ikut menjaga lingkungan," ujar Indriyanta ditemui di kantornya. (*)

Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved