Biaya Relokasi Makam Terdampak Proyek Bandara Ditanggung Desa
Dana hingga miliaran rupiah akan digelontorkan untuk seluruh proses pemindahan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Relokasi areal pemakaman terdampak proyek bandara di Temon dilakukan secara swadana oleh pihak pemerintah desa.
Dana hingga miliaran rupiah akan digelontorkan untuk seluruh proses pemindahan.
Jumlah areal tempat pemakaman umum (TPU) terdampak proyek bandara ada 20 titik.
Yakni, lima titik TPU di Desa Glagah, empat titik di Kebonrejo, dua titik di Jangkaran, satu titik di Sindutan, dan delapan titik di Palihan.
Kepala Desa Glagah, Agus Parmono mengatakan, pihaknya akan mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).
Dana tersebut bersumber dari ganti rugi makam terdampak pembangunan bandara yang diberikan oleh PT Angkasa Pura I.
Baca: Relokasi Pemakaman Terdampak Proyek Bandara Dimungkinkan Awal November
"Penggunaannya sudah mencakup pengurukan lahan baru dan seluruh prosesi pemindahan makan. Dari gali kubur, pengangkatan dan pemindahan jenazah, hingga sampai dikubur kembali berikut terpasang nisan," kata Agus, Jumat (27/10/2017).
Sebelumnya, kata Agus, anggaran untuk relokasi makam sempat diusulkan dibebankan ke APBD Kulonprogo namun dana yang dimiliki Pemkab tidak mencukupi.
Sehingga, dananya kemudian ditanggung oleh masing-masing pemerintah desa terdampak.
Ia menyebut, ada 1.500 liang makam warga setempat yang perlu dipindahkan.
Ini mencakup dua TPU di Pedukuhan Kepek, dua titik di Sidorejo serta satu pemakaman keluarga dan makam Mbah Drajat yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat di Bapangan.
Sehingga, total ada tujuh titik pemakan yang akan direlokasi.
Pihaknya saat ini masih melakukan pengurukan lahan baru seluas sekitar 9.300 meter persegi untuk relokasi pemakaman tersebut.
Lokasinya ada di sisi utara komplek pemukiman relokasi warga terdampak di Pedukuhan Bebekan.
Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga Ketua Kelompok Pemukim II komplek hunian relokasi warga terdampak bandara di Kebonrejo, Sudarto, mengatakan, dana APBdes senilai Rp2,5 miliar akan digunakan untuk pemindahan makam terdampak bandara di Kebonrejo. Saat ini, lahan baru sudah diuruk.
"Pemindahan mungkin membutuhkan waktu hingga tiga minggu. Kalau ngga hujan," kata Sudarto.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/relokasi-makam_20171027_103532.jpg)