LIPSUS TRIBUN JOGJA

Yang Hidup Susah Cari Rumah, yang Jadi Jenazah Susah Cari Makam

Terbatasnya lahan pemakaman yang tersisa membuat sanak keluarga yang ditinggalkan harus memutar otak mencari solusi.

Yang Hidup Susah Cari Rumah, yang Jadi Jenazah Susah Cari Makam
Tribun Jogja/Hasan Sakri
PEMAKAMAN PENUH - Nisan-nisan berhimpitan penuh sesak di pemakaman umum Kintelan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk membuka lahan baru untuk pemakaman umum di luar wilayah kota Yogyakarta guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pemaknan umum. 

Selain itu ada beberapa pertimbangan lain kenapa jenazah bibi Deva dikebumikan di pemakaman tersebut.

Pertimbangan pertama, pihak keluarga Deva tak mau bila si jenazah dikuburkan di tempat yang jauh dari tempat ahli waris tinggal.

PEMAKAMAN PENUH - Nisan-nisan berhimpitan penuh sesak di pemakaman umum Kintelan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk membuka lahan baru untuk pemakaman umum di luar wilayah kota Yogyakarta guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pemaknan umum.
PEMAKAMAN PENUH - Nisan-nisan berhimpitan penuh sesak di pemakaman umum Kintelan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk membuka lahan baru untuk pemakaman umum di luar wilayah kota Yogyakarta guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pemaknan umum. (Tribun Jogja/Hasan Sakri)

"Kami enggak mau kalau dikuburkan di luar wilayah, luar kecamatan aja enggak mau, apa lagi keluar Kota Yogya. Kalau dikuburkan di luar takutnya enggak ada yang mengurus karena jaraknya jauh. Kalau enggak ada yang ngurus seperti merawat dan ziarah, bisa-bisa kuburannya hilang ditempati orang lain," terangnya.

Pertimbangan kedua, sudah menjadi tradisi di keluarga untuk menumpuk kerabat yang sudah meninggal di satu liang lahat.

"Seingat saya dari dulu kalau ada yang meninggal di keluarga kami, memang banyak yang menumpuk, namun dengan jangka waktu tertentu. Biasanya berjangka bertahun-tahun," jelasnya.

Dengan minimnya lahan pemakaman umum tersebut Deva hanya bisa berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk lebih memperhatikan betul masalah pelik ini.

Menurutnya, karena ini merupakan fasilitas umum sudah seharusnya Pemerintah Kota menyegerakan untuk mencarikan jalan keluar.

"Harapannya fasilitas umum seperti ini lebih diperhatikan oleh pemkot, sebisa mungkin dilakukan pencarian lahan pemakaman. Misalnya, seperti membeli lahan saya kira bisa menjadi solusi asalkan tidak terlalu jauh. Maksudnya, akses dan jarak jangan terlalu jauh," urainya. (tribunjogja.com)

Penulis: sis
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved