Rumah Tak Terpakai Disulap Jadi Sekolah Sementara Siswa SDN 3 Glagah

Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut pun harus dipindahkan agar tetap berjalan.

Rumah Tak Terpakai Disulap Jadi Sekolah Sementara Siswa SDN 3 Glagah
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Kegiatan belajar siswa SDN 3 Glagah, Senin (23/10/2017), direlokasi ke sekolah sementara karena bangunan sekolah lamanya terkena proyek pembangunan bandara. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Glagah terkena proyek pembangunan bandara.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut pun harus dipindahkan agar tetap berjalan.

Sekolah sementara untuk siswa SDN 3 Glagah itu menempati rumah tak terpakai milik warga Pedukuhan Kretek, Desa Glagah.

Di lokasi itu, terdapat terdapat bangunan rumah induk yang menyatu dengan sebuah joglo.

"Luasan lahannya sekitar 5.000 meter persegi. Sudah beberapa tahun ini tidak dihuni pemiliknya karena ikut dengan anaknya di Yogya," kata Kepala Desa Glagah, Agus Parmono seusai prosesi boyongan siswa ke sekolah sementara tersebut, Senin (23/10/2017).

Dua bangunan yang lumayan besar itu kemudian disulap menjadi ruang-ruang kelas untuk belajar siswa meski hanya disekat jajaran lemari sebagai pembatas antar kelas.

Adapun ruang guru ditempatkan dibangunan samping rumah meski tidak terlalu besar.

Baca: Terdampak Bandara, Siswa SDN 3 Glagah Boyongan ke Sekolah Sementara

Areal halamannya sendiri cukup luas dan dipenuhi beraneka pohon rindang sehingga suasana di halaman cukup teduh.

Kondisi sekolah dirasa cukup nyaman untuk kegiatan belajar 108 siswa.

Kegiatan belajar di sekolah sementara akan berlangsung selama setahun sembari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo membangun gedung baru SDN 3 Glagah di lahan kompleks hunian relokasi warga terdampak bandara di Pedukuhan Bebekan, Desa Glagah.

Gedung baru akan dibangun pada 2018 dengan lelang pekerjaan terlebih dulu di awal tahun.

Diharapkan, pembangunan berjalan lancar sehingga siswa bisa segera menempatinya di awal 2019 atau ketika masuk tahun ajaran baru.

"Kami mohon dukungan dari desa, komite, dan orangtua supaya anak tetap senang sehingga target belajar tetap normal seperti di lokasi lama," jelas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Sumarsana.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved