Breaking News:

Ini Proses yang Dilakukan Bila Petugas Bandara Mencurigai Penumpang

Tidak ada satupun barang berbahaya yang bisa lolos dari pengawasan petugas di Adisutjipto.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/Santo Ari
Petugas bandara internasional Adisutjipto gagalkan penyelendupan sabu sebarat 3 kilogram yang disembunyikan di selangkangan. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga menjamin pihaknya akan gagalkan upaya penyelundupan barang berbahaya dan terlarang di Bandara Internasional Adisutjipto.

Hal itu diamini oleh, GM Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama.

Agus Pandu mengatakan di Adisutjipto tidak ada satupun barang berbahaya yang bisa lolos dari pengawasan petugas.

Melalui dari Walk Through Metal Detector (WTMD) di Screening Check Point (SCP), dilanjutkan ke body scanner, dan pantauan rekaman CCTV hampir di seluruh titik bandara semakin mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.

"Kita semua sepakat untuk memerangi narkoba. Kami juga menyampaikan, Insyaallah jajaran kami tidak akan meloloskan baik barang maupun orang dari pengamatan kami," ujarnya pada Tribunjogja.com, Sabtu (21/10/2017).

Seperti yang dilakukan dalam kasus tertangkapnya tiga orang tersangka yang menyelundupkan sabu, Jumat (20/10/2017) kemarin.

Para tersangka ini menyembunyikan sabu di selangkangan dan rencananya akan dibawa ke Balikpapan.

Sabu yang disembunyikan di selangkangan itu dapat terungkap dari kejelian petugas melihat gerak-gerik mencurigakan penumpang.

Dari kecurigaan itu, pelaku kemudian diarahkan ke alat body scanner.

"Body scanner ini alat yang mendeteksi tubuh. Barang yang menempel di luar tubuh pasti akan terdeteksi, sekecil apapun barang itu. Alat ini akan memindai seluruh tubuh dari ujung rambut sampai kaki," ulasnya.

Mereka yang diperiksa tubuhnya hanyalah orang-orang yang dicurigai saja.

Petugas melakukan pengamatan melalui gerak-gerik penumpang.

Ketika masuk dalam kategori mencurigakan, maka proses memindai tubuh pun dilakukan.

Namun demikian, tidak semua penumpang dilakukan pemindaian.

"Tidak semua penumpang diperiksa body scanner karena proses ini cukup membutuhkan waktu. Tapi setiap hari kami ada tujuh kali pemeriksaan tubuh dengan memilih penumpang secara random," ungkapnya.

Dengan proses pengamanan ini, Agus Pandu berharap tidak ada barang berbahaya atau terlarang dan pelaku kejahatan yang lolos dari pengamatannya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved