Kongres Jemparingan Nusantara, Momen Promosikan Potensi Kulonprogo
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengajak semua pihak mendukung rangkaian kegiatan Konggres Jemparingan Nusantara tersebut.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kulonprogo didaulat sebagai tuan rumah Kongres Jemparingan Nusantara yang digelar untuk kali pertamanya dalam skala nasional.
Kongres berlangsung pada Jumat-Sabtu (20-21/10/2017) di Wildlife Rescue Center (WRC) Yogyakarta di Pengasih.
Ada sekitar 40 komunitas olahraga panahan tradisional Mataraman itu yang sudah mendaftar untuk acara tersebut.
Kongres akan dilanjutkan dengan Gladen Jemparingan pada Minggu (22/10/2017) di Alun-alun Wates.
Sejauh ini sudah ada 367 peserta yang mendaftar untuk Gladen Jemparingan Nusantara tersebut.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo yang juga termasuk tim formatur, Joko Mursito, mengatakan bahwa pada Januari lalu para penggiat jemparing di seluruh Indonesia bertemu di Langenastran Yogyakarta.
Baca: Pertamakali Digelar, Kongres Jemparingan Nusantara Bertempat di Kulonprogo
Pertemuan itu lalu mengamanatkan diselenggarakannya kongres tersebut.
"Ini momentum yang bagus untuk mempromosikan potensi Kulonprogo, apalagi baru pertamakali digelar," kata Joko, Jumat (20/10/2017).
Setelah kongres pada Sabtu (21/10/2017) juga akan dicanangkan Kampung Jemparingan Mataram di Pengasih (Kulonprogo).
"Kongres ini juga jadi bagian dukungan terhadap program Bupati Kulonprogo dalam membangun karakter dengan budaya kemataraman," tambah Joko.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengajak semua pihak mendukung rangkaian kegiatan Konggres Jemparingan Nusantara tersebut.
Jemparingan merupakan olahraga tradisional sekaligus budaya nusantara yang berkepribadian Indonesia.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jemparingan_0410_4_20151004_174247.jpg)