Breaking News:

Dorong Karya Inovasi, UGM Kembangkan Pola Rekrutmen Calon Mahasiswa Berbakat

Perubahan status UGM menjadi PTNBH memberikan ruang gerak untuk lebih leluasa dalam berinovasi guna mencapai kemajuan.

Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Suasana Wisuda Pascasarjana UGM, Kamis (19/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM - Dunia berubah dengan sangat cepat dimana inovasi dan teknologi  telah menyentuh berbagai aspek kehidupan bahkan mampu mengubah cara konvensional dalam berbisnis, pergaulan dan pengelolaan beroragnisasi.

Model bisnis yang dikembangkan oleh Amazon, Uber dan Alibaba.com, misalnya makin menyadarkan banyak orang tentang pentingnya prinsip ekonomi berbagi bahkan menemukan cara pandang yang berbeda dalam sebuah penyelesaian permasalahan dengan menghasilkan produktivitas tinggi, berbiaya murah dan kemudahan layanan.

Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng, mengatakan perubahan dunia lewat perkembangan inovasi teknologi tersebut mau tidak mau menuntut perguruan tinggi semacam UGM juga ikut berbenah diri untuk terus mendorong lahirnya berbagai karya inovasi.

Perubahan status UGM menjadi PTNBH memberikan ruang gerak untuk lebih leluasa dalam berinovasi guna mencapai kemajuan.

Namun ruang gerak yang diberikan lewat regulasi tersebut dinilainya belum mampu memenuhi ekspektasi dari kebutuhan akan ruang untuk bisa berinovasi secara optimal.

“Perguruan tinggi memerlukan fleksibilitas dan keberanian dalam mengambil risiko yang terukur. Sempitnya ruang gerak ini tidak akan menyurutkan langkah UGM untuk berbenah diri, UGM tetap fokus pada pendidikan tinggi yang berkualitas dan kompetitif,” kata Rektor pada pidato sambutan di acara upacara wisuda program pascasarjana di Grha Sabha Pramana, Kamis (19/10/2017).

Menindaklanjuti tantangan tersebut, Rektor menegaskan UGM secara mandiri maupun berkolaborasi dengan para mitra sudah merintis dan mengembangkan beberapa model pendidikan yang berpotensi untuk menghasilkan karya inovasi teknologi.

Beberapa strategi yang kini dilakukan dengan merekrut calon mahasiswa yang selama ini terabaikan oleh sistem penerimaan mahasiswa baru.

Jalur masuk lewat SNMPTN, SBMPTN, UTUL/UM, kata Rektor memang telah menjadi pola terstruktur dalam pola penerimaan mahasisa baru.

Namun ketidakmerataan kualitas pendidikan di tingkat menengah atas di Indonesia mengakibatkan cara konvensional tersebut mengabaikan potensi lain yang dimiliki oleh calon-calon yang secara kebetulan tidak masuk dalam pendidikan menengah atas berkualitas tinggi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved