Breaking News:

PT CAP Rekrut SDM Terbaik Melalui Penawaran Beasiswa

Kerja sama dengan kampus UGM dalam bentuk beasiswa dan ikatan dinas ini baru pertama kali dilakukan.

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
VP Corporate PT CAP Suhat Miyarso, Direktur Human Resources (HR) PT CAP, Tbk Suryandi, dan Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono dalam penandatangan MoU di Gedung Rektorat UGM Bulaksumur, Kamis (19/10/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), Tbk. Terus meningkatkan kapasitas produk petrokimia untuk memenuhi meningkatnya permintaan kebutuhan dalam negeri.

Hingga saat ini PT CAP telah menyumbang 30% kebutuhan petrokimia dari total 55% kontribusi yang mampu dipenuhi perusahaan dalam negeri, selebihnya adalah impor.

Untuk itu PT CAP terus mengembangkan usahanya, satu di antaranya, adalah melalui pembangunan pabrik yang baru dan pengembangan pabrik yang ada.

PT CAP juga melakukan upaya menambah sumber dana manusia (SDM) yang mumpuni.

“Upaya ekspansi perusahaan terus dilakukan, termasuk mempersiapkan SDM dengan melakukan kerja sama dengan UGM, dalam memenuhi kebutuhan karyawan,” kata Direktur Human Resources (HR) PT CAP, Tbk Suryandi, usai penandatangan MoU di Gedung Rektorat UGM, Kamis (19/10/2017).

Suryandi menambahkan, kerja sama dengan kampus UGM dalam bentuk beasiswa dan ikatan dinas ini baru pertama kali dilakukan.

Harapannya, selain mendapatkan SDM yang mumpuni di masa mendatang.

PT CAP juga membuka kerja sama bentuk lain dengan UGM.

Seperti penelitian dan riset bagi dosen, serta membuka jalur kemitraan bagi anak karyawan PT CAP yang ingin melanjutkan kuliah di UGM.

“Pada tahap ini ada 10 mahasiswa, tapi ternyata hanya mendapat 8 mahasiswa, setelah lolos seleksi secara ketat. Tahun depan, harapannya kami bisa menggaet 10 orang mahasiswa lagi melalui program serupa,” imbuh Suryandi.

Dari sisi perusahaan, Suryadi mengungkapkan, kebutuhan produk petrokimia dan turunannya di dalam negeri terus berkembang.

Sedangkan jumlah pemain industri yang menyediakan produk petrokimia dan turunannya, seperti polimer, plastik, dan lainnya tersebut tidak banyak.

“Karena itu, peluang usaha ini cukup tinggi. Bahkan, diprediksikan dalam beberapa tahun lagi, jika pemain dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, kran impor semakin dibuka lebar,” paparnya.(Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved