Kompleks Relokasi Warga Terdampak Bandara Kulonprogo Becek Lagi

Bahkan di beberapa sisi, karena permukaan lahan tidak rata, air menggenang hingga betis dan lutut.

Kompleks Relokasi Warga Terdampak Bandara Kulonprogo Becek Lagi
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Jalan lingkungan komleks hunian relokasi warga terdampak bandara di Temon kembali becek tergenang air setelah hujan menguyur belakangan ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon kembali mengeluhkan beceknya jalan lingkungan di kompleks hunian relokasi.

Hujan lebat yang mengguyur pada beberapa hari ini membuat jalan lingkungan itu becek.

Kondisinya memang masih berupa tanah liat sehingga berubah menjadi lumpur dan tergenang air setelah hujan mengguyur semalaman.

Hampir seluruh bagian jalan di kompleks relokasi itu tergenang air, setidaknya setinggi mata kaki orang dewasa.

Bahkan di beberapa sisi, karena permukaan lahan tidak rata, air menggenang hingga betis dan lutut.

Baca: Pemkab Kulonprogo Sewa Rumah Warga untuk Relokasi SDN 3 Glagah

"Rata-rata semua jalan tergenang namun tidak masuk rumah karena sudah ditinggikan. Warga yang sudah menghuni rumah relokasi ya terpaksa melewati itu semua untuk berakitivtas," kata Koordinator Kelompok Pemukim VI kompleks relokasi Palihan, Susilo, Selasa (17/10/2017).

Menurutnya, dari 99 Kepala Keluarga (KK), sekitar sepertiganya sudah resmi tinggal di hunian relokasi.

Kondisi beceknya jalanan itu dirasakan warga mengganggu aktivitasnya.

Susilo mengaku sudah mengirimkan pesan singkat kepada Bupati Kulonprogo beberapa waktu lalu terkait hal tersebut.

Dia berharap pemerintah bisa melakukan pengerasan jalan dengan menguruknya menggunakan material sirtu (pasir dan batu).

Sayangnya, upayanya itu belum mendapat respons.

Menurutnya, keadaan sekarang darurat dan mendesak sehingga perlu ada tindakan dengan pengerasan jalan.

Apalagi pembangunan drainase di sisi timur dan utara yang dibangun Pemda belum selesai.

"Pembangunan fisik jalan bisa dilakukan pada tahun depan tapi sekarang darurat dan perlu disirtu," kata Susilo.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved