Nova Arianto : Pemain Jangan Terbuai Pujian, Kompetisi Harus Konsisten

Pemain Indonesia memiliki potensi sangat besar, namun sayang, banyak pemain yang dianggap layu sebelum berkembang.

Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Nova Arianto 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Setelah sebelumnya sukses sebagai pemain di kancah persepakbolaan Indonesia baik level klub maupun timnas, kini mantan bek tangguh Nova Arianto menapaki karir sebagai pelatih.

Kini ia membesut PS Lampung Sakti.

Nova pun tampak menaruh kepedulian kepada pemain muda.

Ia menjelaskan, pemain Indonesia memiliki potensi sangat besar. Hal tersebut terbukti dari sederet prestasi yang ditorehkan Garuda Muda.

Namun banyak pemain yang dianggap layu sebelum berkembang.

Nova pun berpesan, pemain muda harus bijak dalam bersikap.

Jangan sampai pemain muda terbuai dengan pujian.

"Semua pemain muda ini cukup baik. Di kita bagus sedikit mendapat pujian dan menjadi cepat layu berkembang. Pemain harus lebih bijak dalam menyikapi ini," ujarnya, Sabtu (14/10/2017).

Sementara terlait gelaran Liga 1 dan Liga 2, Nova menjelaskan banyak sistem dan regulasi yang penerapannya tidak konsisten.

Hal tersebut tentu dapat dianggap menurunkan kualitas kompetisi.

"Akhir-akhir ini banyak masalah ya, harus diperbaiki dari sistem kompetisi dan regulasinya. Seperti banyak perubahan di tengah jalan seperti regulasi pemain U-23," jelasnya

"Kompetisi harus konsisten terutama masalah regulasi," jelasnya.

Selain itu untuk mencetak pemain handal butuh juga asupan gizi seimbang.

Nova tidak bisa memungkiri bahwa mungkin masih banyak klub baik Liga 1 ataupun Liga 2 yang belum memiliki ahli gizi.

"Masalah gizi juga membutuhkan dana, belum tentu semua tim memiliki ahli gizi dan itu menjadi masalah," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved