Danurwindo : 'Filosofi Sepakbola Indonesia' Optimalkan Tiga Pilar Timnas

Filosofi Sepakbola Indonesia artinya cara bermain yang dianggap cocok dengan pemain Indonesia.

Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Danurwindo, Direktur Teknik Timnas Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gairah sepakbola Indonesia dari tahun ke tahun terus menunjukkan geliatnya.

Antusiasme masyarakat yang tinggi tersebut tentu harus diimbangi dengan prestasi yang tim nasional (Timnas) di kancah internasional.

Untuk itu, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) meluncurkan semangat bernama Filosofi Sepakbola Indonesia.

Danurwindo, Direktur Teknik Timnas Indonesia menjelaskan Filosofi Sepakbola Indonesia artinya cara bermain yang dianggap cocok dengan pemain Indonesia, sehingga diharapkan akan lahir prestasi di tahun-tahun mendatang.

Lanjutnya, ada tiga pilar yang menjadi ujung tombak prestasi timnas di tahun-tahun mendatang, mulai dari klub usia muda, pelatih usia muda dan kompetisi usia muda.

"Mengoptimalkan tiga komponen itu harus ada panduan yang jelas agar pembinaan bisa sesuai yang diharapkan," jelas Danurwindo saat peluncuran Filosofi Sepakbola Indonesia di Hotel UNY, Sabtu (14/10/2017).

Dalam acara tersebut Danurwindo juga memberikan workshop kepada pelatih U-15 dan U-17 dari 62 tim yang mengikuti Piala Soeratin.

"PSSI sudah merumuskan Filosofi Sepakbola Indonesia yaitu cara bermain yang dianggap cocok dengan postur pemain Indonesia. Kita tidak bisa bilang seperti tiki taka atau kick n rush, nggak. Filosofi Sepakbola Indonesia berdasarkan kelebihan dan kekurangan pemain Indonesia," paparnya.

Pemain Indonesia memiliki postur yang tidak terlalu tinggi, namun mereka memiliki kecepatan merupakan salah satu poin penting yang disampaikan Danurwindo.

Selain itu ada juga aspek kultur, geografis, sosialogis serta perkembangan sepakbola progresif menjadi pengaruh meluncurnya Filosofi Sepakbola Indonesia.

"Untuk bisa berjalan harus ada kurikulum, artinya sekarang belum ada arah yang jelas ada yang bermain long passing dan lain-lain. Oleh karena itu PSSI merumuskan cara bermain yang dianggap cocok. Jadi guidance cara bermain yang kita samakan," pungkasnya.

Lanjutnya, pemain berkualitas adalah pemain yang punya dasar yang kuat.

Kurikulum tersebut juga akan terbagi dalam berbagai kelompok umur mulai dari usia 6-9 tahun, 10-13 tahun, serta 14-17 tahun dan spesifik mengarah pada cara permainan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved