Masyarakat Diharap Jangan Menyeberang Perlintasan Kereta Api Sembarangan

PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengharapkan masyarakat tidak lalai dan menyeberang perlintasan secara sembarangan.

Masyarakat Diharap Jangan Menyeberang Perlintasan Kereta Api Sembarangan
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Warga sekitar mengerumuni selokan dimana seorang pria ditemukan tak bernyawa. Diduga pria tersebut terpental usai disambar kereta api yang melintas di perlintasan kereta api daerah Sapen, RT. 33 RW.9 Demangan, Gondokusuman, Jumat (13/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terkait kejadian tadi pagi di perlintasan kereta api Sapen, Demangan, Gondokusuman.

Dimana ada seorang pria tua yang tersambar kereta api ketika tengah mengambil barang belanjaannya.

Pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengharapkan masyarakat tidak lalai dan menyeberang perlintasan secara sembarangan.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, mengenai kejadian tadi pagi di perlintasan kereta api tersebut murni karena kelalaian seorang pria yang tengah menyeberang untuk mengambil barang belanjaannya.

"Kejadian itu yang jelas bukan kesalahan kereta api yang melintas, karena kan sudah ada jalurnya kalau kereta itu. Bisa karena orang itu lalai, sehingga tidak tahu ada kereta lewat dan akhirnya kesamber. Bisa jadi juga dia memang sengaja, ini hanya asumsi karena kita juga tidak tahu pastinya," katanya, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya, hal tersebut juga dikarenakan pria tua itu menyeberang perlintasan dengan mengambil jalan yang tidak disediakan oleh pihaknya, alias jalan pintas.

Ia mengharapkan pula untuk masyarakat agar tidak terburu-buru dan mengambil jalur menyeberang sembarangan.

"Kebanyakan orang-orang kan ingin cepat sehingga ambil jalan pintas seperti lewat 'jalan tikus' saat nyebrang perlintasan kereta api. Seharusnya tidak lewat jalan tikus karena berbahaya jika ada kereta api yang lewat, selain itu jalan pintas itu bukan buatan kami," jelasnya.

Ia menambahkan, guna mengurangi kecelakaan di perlintasan kereta api.

Pihaknya bersama pemerintah berencana untuk menutup beberapa perlintasan kereta api di Yogyakarta.

Terlebih, jumlah kereta api yang beroperasi akan semakin banyak ke depannya.

"Pemerintah kan berencana menutup perlintasan kereta api yang dinilai berbahaya, misal yang ada di bawah flyover, underpass, dan untuk perlintasan yang satu dan lainnya berdekatan akan ditutup salah satunya. Selain untuk mengurangi kecelakaan, juga karena jumlah kereta api yang beroperasional akan bertambah," ujarnya.

"Ini bukan untuk kepentingan kami saja, tapi untuk kepentingan bersama kita semua," lanjutnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved