Gunung Ile Lewotolok Statusnya Naik Jadi Waspada, Adakah Kaitannya dengan Gunung Agung?

Kini status Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur meningkat dari status normal ke waspada (level II).

Gunung Ile Lewotolok Statusnya Naik Jadi Waspada, Adakah Kaitannya dengan Gunung Agung?
net
Ilustrasi 

Stasiun Geofisika Kupang merilis rincian 6 kali gempa tektonik di Lembata.

Gempa sebanyak 5 kali terjadi pada Senin (10/10/2017), dan pada Selasa (11/10/2017) terjadi sekali.

Gempa pertama terjadi Senin pukul 00.53 Wita dengan kekuatan 4,5 Skala Richter (SR)

Pusat gempa berada di darat 20 km barat laut Lewoleba Lembata NTT dengan kedalaman mencapai 10 Km.

Gempa kedua dan ketiga terjadi Senin pukul 02.19 Wita berkekuatan 4,3 SR dan pukul 02.27 Wita dengan kekuatan 4,6 SR.

Pusat gempa kedua berada di darat 11 Km arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.37 Lintang Selatan (LS) dan 123.46 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 Km.

Pusat gempa ketiga di laut 35 Km arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.15 LS dan 123.47 BT pada kedalaman 11 Km.

Gempa keempat masih terjadi di hari yang sama (Selasa) dengan kekuatan yang lebih besar yaitu 4.9 SR.

Pusat gempa berada di darat 23 Km arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.26 LS dan 123.47 BT di darat pada kedalaman 10 km.

Berbeda dengan gempa sebelumnya, gempa keempat ini mengakibatkan 5 rumah rusak dan ribuan masyarakat mengungsi.

Gempa kelima terjadi Selasa pukul 17.07 Wita dengan kekuatan 3,9 SR.

Pusat gempa berada 30 Km barat laut Lewoleba di kedalaman 10 Km.

Gempa yang keenam terjadi Rabu (11/10/2017) pukul 07.10 Wita berkekuatan 4,9 SR.

Pusat gempa berada di laut 29 Km arah Barat Laut Kota Lewoleba, Lembata dengan koordinat 8.23 LS dan 123.37 BT di kedalaman 10 Km. (*)

Editor: dik
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved