Soal Kemiskinan DIY, Paku Alam X : Kami Tetap Berupaya Menurunkan

Ada sedikit perbedaan kemiskinan, dimana kemiskinan di DIY spesifik dan selalu dinilai dari sisi konsumsi masyarakat.

Soal Kemiskinan DIY, Paku Alam X : Kami Tetap Berupaya Menurunkan
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Sri Paduka Paku Alam X bersama istri saat bersalaman dengan abdi dalem di Puro Pakualaman, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam momentum pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022, kritik kepada Pemda DIY terkait PR yang masih belum terselesaikan muncul.

Dua di antaranya yang sering diutarakan terutama oleh Legislatif adalah mengenai kemiskinan dan kesenjangan yang masih tinggi di DIY.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X mengatakan dalam lima tahun ke depan, tentu program-program strategis yang merupakan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY akan dijalankan.

Yakni menjadikan Samudra Hindia sebagai pintu utama DIY dan menegaskan kembali Among Tani Dagang Layar.

"Ini kan belum semua bisa tercapai, mudah mudahan lima tahun ke depan adalah capaian-capaian itu," ujar Wagub di Puro Pakualaman, Rabu (11/10/2017).

Termasuk untuk masalah kemiskinan dan kesenjangan yang masih tinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, angka kemiskinan di DIY masih cukup tinggi yakni 13,02 persen sedangkan untuk kesenjangan, gini ratio DIY saat ini 0,43 persen.

Terkait dengan kemiskinan, Paku Alam mengatakan ada sedikit perbedaan, dimana kemiskinan di DIY spesifik dan selalu dinilai dari sisi konsumsi masyarakat.

Padahal menurutnya kemiskinan di DIY berbeda dengan daerah lain.

Halaman
12
Penulis: dnh
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved