Breaking News:

Spontanitas Doa Bentuk Kesitimewaan DIY

Spontanitas menunjukkan responsibilitas masyarakat menanggapi situasi sosial-politik terkait isu keistimewaan Yogyakarta.

Penulis: gil | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ikrar Gilang Rabbani
Para abdi dalem dan masyarakat berkumpul di depan Istana Gedung Agung spontanitas melakukan doa bersama sebagai wujud syukur pelantikan Gubernur-wakil Gubernur DIY pada Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Spontanitas doa bersama Mangayubagya Pelantikan Sultan dan Paku Alam menjadi Gubernur - Wakil Gubernur DIY menjadi momen penting perwujudan Keistimewaan Yogyakarta.

Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra sebagai koordinator acara mengatakan, spontanitas menunjukkan responsibilitas masyarakat menanggapi situasi sosial-politik terkait isu keistimewaan Yogyakarta.

Ini menjadi bukti adanya kebersamaan, kekompakan, dan rasa golog-gilig di masyarakat Yogyakarta.

"Golog-gilig ini maksudnya hubungan yang menyatu antara Kesultanan dan Kadipaten kepada masyarakatnya. Bersatunya raja dengan masyarakat ini menjadi modal dasar pembangunan DIY," ujar Widihasto pada Selasa (10/10/2017).

Ia menjelaskan, doa spontanitas menjunjung tiga harapan.

Yang pertama, duet kepemimpinan Sultan-Paku Alam memberikan dampak ekonomi yakni mampu menekan rasio gini, peningkatan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas ekonomi.

Kedua, mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan tentram bagi masyarakat.

Ketiga adalah dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila yakni mewujudkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Kita juga berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah melantik Sultan-Paku Alam sebagai pemimpin DIY ini, walau kami berharapnya ini bisa dilakukan di Gedung Agung ini seperti lima tahun lalu," tuturnya.

Ia menyebut, spontanitas doa bersama ini juga sebagai obat pelipur lara keinginan warga Yogyakarta yang tidak jadi dilantik di Gedung Agung.

Namun ia menghormati keputusan tersebut dan mengambil hikmahnya yakni pelantikan lebih cepat.

Ke depannya, syukuran akan berlanjut dalam acara Gelar Budaya Mangayubagya.

Pengganti pesta rakyat ini akan mengumpulkan seluruh kesenian berbagai daerah di Yogyakarta.

Pun juga akan dilaksanakan doa tasyakuran di Masjid Kagungan Dalem Yogyakarta. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved