Alasan Pelaku Merusak Masjid di Jalan Mataram Ternyata Karena ini

Seorang saksi yang diamankan bersama AG memang bersama pelaku malam harinya

Alasan Pelaku Merusak Masjid di Jalan Mataram Ternyata Karena ini
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Seorang saksi menunjukkan rolling door yang dirusak pelaku, Senin (9/10/2017). Nampak pula beberapa batu masih berserakan di lantai bawah Masjid Quwwatul Islam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaku perusakan Masjid di Jalan Mataram No.1 telah tertangkap.

Adapun pelaku berinisial AG (20) ini mengaku melakukan hal tersebut karena merasa tersinggung dengan perkataan penjaga Masjid tersebut kepadanya.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler membenarkan bahwa pelaku perusakan telah ditangkap kemarin Senin, (9/10/2017) siang di rumah pelaku.

Menurutnya, AG ditangkap di rumah saat bersama seorang temannya.

"Pelaku ditangkap dirumahnya yang berada di sekitar pojok beteng kulon kemarin, sekitar jam 1 siang. Saat ditangkap pelaku bersama satu temannya, namun untuk pelaku perusakan tetap si AG ini," katanya.

Baca: Pelaku Perusakan Masjid di Jalan Mataram Ditangkap

Lanjutnya, seorang saksi yang diamankan bersama AG memang bersama pelaku malam harinya, namun tidak ikut dalam aksi perusakan Masjid tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku mengaku melakukan perusakan tersebut karena tersinggung dengan penjaga Masjid.

"Keterangan dari tersangka, dia melakukan perusakan karena tersinggung dengan penjaga yang berada di Masjid itu. Untuk masalah anjing itu dia malah tak tahu menahu," jelasnya.

Sambung AKBP Yulianto, diketahui pula bahwa saat melakukan perusakan tersebut pelaku dalam kondisi dibawah pengaruh alkohol.

Memang sebelum perusakan tersebut, menurut saksi kejadian ada seekor anjing yang masuk komplek masjid, dan saat mengeluarkan anjing tersebut pelaku mengira penjaga menyinggung dirinya.

"Mungkin pelaku salah paham dengan penjaga Masjid karena dikira mengusir dia, padahal penjaga Masjid sedang mengeluarkan anjing. Tak lama kemudian AG marah-marah dan merusak Masjid, ternyata AG dalam kondisi mabuk saat melakukan perbuatannya itu," ulasnya.

Ditambahkannya, karena perbuatan pelaku telah menyalahi hukum dan undang-undang yang berlaku, AG dikenai pasal 406 KUHP tentang perusakan barang.

Sesuai pasal tersebut pelaku diancam dengan hukuman 2,5 tahun penjara.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved