Jejak Situs Kuno Liangan

5 Fakta Unik Seputar Situs Kuno Liangan, Mulai Temuan Yoni Hingga Misteri Gadis Mataram Kuno

Sejak diekskavasi mulai 2009, temuan demi temuan menunjukkan sisi menarik situs ini.

5 Fakta Unik Seputar Situs Kuno Liangan, Mulai Temuan Yoni Hingga Misteri Gadis Mataram Kuno
TRIBUNJOGJA.COM | Setya Krisna Sumargo
Misteri keberadaan tangga atau undak-undakan dari teras empat ke teras tiga di situs kuno Liangan belum terpecahkan. Proyek ekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta pada pertengahan September 2017 belum menemukan jejaknya 

Ini mengindikasikan petirtaan ini muncul belakangan, atau termasuk bangunan yang didirikan belakangan.

Tidak sezaman dengan bangunan candi dan batur di teras pertama yang diduga kuat merupakan unsur-unsur bangunan yang dibangun di tahap awal.

Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta masih terus menelusuri dan melengkapi temuan sekaligus tafsir ini sejalan dengan upaya menyingkap bagian-bagian lain yang masih tertutup.

Diyakini masih ada bagian komplek hunian yang masih terpendam tanah dan pasir.

5. Misteri Gadis Liangan

Ekskavasi situs Liangan selain menyingkap temuan bangunan, juga menemukan beragam artefak organik. Mulai dari sisa biji-biji jagung, pla, kelapa, kluwak, juga ada temuan sisa lembaran kain, kantong kain, dan lembaran kulit kayu yang rapuh akibat terbakar.

Ada juga fragmen kayu yang mengalami pengerjaan untuk keperluan tertentu, maupun yang belum tersentuh pengerjaan alias pohon hidup sebelum terbakar. Ada bambu, kayu pinus, ijuk dan anyaman bambu.

Fragmen tulang fauna yang ditemukan dari spesies Bovidae yang dari jejaknya terindikasi sisa konsumsi. Bisa terlihat dari bekas potongan, sehingga secara hipotetik bukan korban letusan gunung berapi.

Paling menarik ada temuan fragmen rangka manusia berupa tengkorak bagian belakang dan sepotong tulang panjang.

Dibeber di laporan jurnal Berkala Arkeologi (No 35/Mei 2015), analisis kemudian menunjukkan rangka itu berasal dari manusia berjenis kelamin perempuan usia sekitar 22 tahun.

Berdasarkan temuan data lain yang ditemukan, yaitu buli-buli keramik Cina dari masa dinasti Tang, diperkirakan gadis itu sezaman dengan kehidupan situs Liangan.

Namun belum ada kesimpulan tentang sebab kematian, apakah bersamaan dengan terkuburnya Liangan atau sudah meninggal sebelumnya. (tribunjogja/xna)

Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved