Breaking News:

Grebeg Pasar Sebagai Apresiasi Pedagang Peringati HUT Kota Yogyakarta

Seluruh pasar tradisional di kota Yogyakarta mengirimkan perwakilannya untuk pawai dalam Grebeg Pasar 2017.

Penulis: gil | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ikrar Gilang
Para pedagang pasar saat melakukan pertunjukkan kesenian budaya dalam rangka Grebeg Pasar pada Kamis (5/10/2017) di depan pasar Ngasem. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Walau matahari bersinar terik, ratusan pedagang pasar tradisional turun ke jalan berpakaian lengkap pada Kamis (5/10/2017).

Mereka meliburkan diri dari kegiatan berdagang dan berbagi kebahagian dalam Grebeg Pasar 2017, memperingati HUT Kota Yogyakarta.

Panitia Grebeg Pasar Ujun Junaidi mengatakan, seluruh pasar tradisional di kota Yogyakarta mengirimkan perwakilannya untuk pawai dalam Grebeg Pasar 2017.

Pawai dimulai dari depan Pasar Beringharjo menuju Pasar Ngasem.

Baca: Dikira Tertidur, Ternyata Pria Tua di Pasar Induk Giwangan Ini Meninggal

Tiap kontingen pasar masing-masing membawa gunungan yang berisikan ciri khas barang dagangan asal pasar tersebut.

"Misalnya pedagang Pasar Terban berinisiatif membagikan 100 ekor ayam hidup kepada penonton," ujar Ujun pada Kamis (5/10/2017).

Ujun menjelaskan, dalam grebeg pasar ini menujukkan bentuk partisipasi pedagang dalam menyemerakkan HUT Kota Yogyakarta yang jatuh pada 7 Oktober 2017 mendatang.

Harapannya, pedagang pasar tradisional mendapat tempat dan semakin diperhatikan oleh pemerintah.

Setiap kontingen menunjukkan persembahan kesenian budaya di depan panggung kehormatan yang dihadiri Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Adapun setiap kontingen juga membawa gunungan sehingga terdapat 32 gunungan bermacam-macam yang diperebutkan oleh masyarakat.

Seorang warga yang tengah menikmati Grebeg Pasar, Danaryanti (56) mengaku senang menyaksikan pawai.

Warga Pakualaman ini sengaja datang ke Grebeg Pasar untuk bisa mencoba peruntungan dalam 'rayahan' gunungan Grebeg Pasar.

"Bagus sekali karena tidak hanya pawai dan gunungan, tapi juga pertunjukkan kesenian budaya dari para pedagang," tutur Danaryanti. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved