Sempat Tak Dapat Dukungan Ortu, Atlet Ini Justru Sabet Emas di Kejuaraan Korea 2016
Tahun 2010, Rendy memulai untuk mengikuti pertandingan Taekwondo dalam event Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Papua.
Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Yovanca Natalia
TRIBUNJOGJA.COM - Menggeluti dunia beladiri Taekwondo dari sejak umur 5 tahun, membuat Aprilliandy Fransiorendy Nicodemus Rawung jatuh cinta dengan olah raga Taekwondo.
Pemuda kelahiran Jayapura, 9 April 1996 ini mengaku mencintai dunia beladiri Taekwondo dari umur 5 tahun hingga saat ini.
Duduk di bangku kuliah semester 7 Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang (Untag Semarang) tidak menghentikan Aprilliandy yang sering di panggil Rendy ini untuk terus berprestasi di dunia beladiri Taekwondo.
"Banyak hal saya dapat di Taekwondo, dan saya sudah jatuh cinta sama Taekwondo jadi apapun yang terjadi saya tetap cinta Taekwondo," ujar Rendy yang juga merupakan atlet Nasional Taekwondo UTI Pro ini, Senin (2/10/2017).
Perjalanan di dunia Taekwondo bukan hal mudah baginya, ia juga pernah merasakan tidak diberi dukungan oleh orangtuanya.
Tahun 2010, Rendy memulai untuk mengikuti pertandingan Taekwondo dalam event Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Papua.
Tidak mendapatkan restu orangtua karna mengganggu aktivitas belajar dan sekolah, justru membuat Rendy semakin semangat berlatih dan membuktikan kepada orangtuanya pada Kejurda 2010.
Pada Kejurda 2010, Rendy berhasil membuktikan kepada orangtuanya dengan meraih medali emas dan membuat orangtuanya memberikan izin kepada Rendy untuk terus berlatih dan berprestasi di Taekwondo.
Merasa mendapatkan dukungan oleh orangtuanya, Rendy semakin semangat untuk meraih prestasi di Taekwondo.
Hingga, Rendy dipanggil untuk Pelatihan Nasional di Jakarta karena ketekunan dan prestasinya di Taekwondo berkembang dengan pesat.
Prestasi yang pernah diraih Rendy dari tingkat Nasional hingga Internasional, di antaranya medali emas pada kejuaraan Internasional di Korea 2016, meraih medali emas kategori Kyorugi under 58Kg dan berhasil menjadi pemain terbaik putera kategori Kyorugi Senior pada kejuaraan Internasional Paku Alam X di Yogyakarta 2017.
"Saya punya prinsip kalau tidak akan menyesal untuk menang atau kalah dalam bertanding, yang penting selalu berikan yang terbaik" ungkap Rendy.
Rendy memiliki impian untuk berangkat bertanding pada Olympic 2020 di Jepang. (*)