Referendum Catalonia : Polisi Patahkan Jariku Satu per Satu, Lalu Meremas Payudaraku

Para anggota kepolisian Spanyol ini bahkan sudah menggunakan peluru karet untuk membubarkan massa dan menghalangi mereka masuk ke bilik suara

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
IST
Adegan seorang perempuan pemilih dalam referendum catalonia diseret petugas kepolisian anti huru hara 

TRIBUNJOGJA.com - Aksi kekerasan yang dilalukan oleh aparat kepolisian anti huru hara mewarnai proses referendum di Catalonia. Otoritas keamanan di Spanyol memang mengerahkan mereka untuk menggagalkan upaya pemungutan suara yang dinilai bertentangan dengan keputusan pengadilan.

Baca: Referendum Catalonia, La Liga Spanyol Terancam Bakal Tanpa Barcelona, Begini Beberapa Kemungkinannya

Berdasarkan sejumlah kesaksian, para anggota kepolisian Spanyol ini bahkan sudah menggunakan peluru karet untuk membubarkan massa dan menghalangi mereka masuk ke bilik suara.

Baca: Kemenkeu Pengumuman CPNS 2017 - Selamat Bagi Pelamar yang Lolos Administrasi, Berikut Linknya

Baca: Kemenkeu Pengumuman CPNS 2017 - Berkas Ini Harus Disiapkan Pelamar yang Lolos Administrasi

Sementara itu ketegangan mulai terjadi saat pasukan polisi menutup akses masuk ke tempat pemungutan suara dan merampas kotak-kotak suara. Di Spanyol sendiri setidaknya ada 5,3 juta orang warga Catalonia yang ingin memberikan suaranya dalam rangka referendum kemerdekaan dari Spanyol.

Baca: Inilah Alasan Sebenarnya Warga Catalunya Ingin Merdeka dari Spanyol

Saksi mata itu mengatakan polisi di Barcelona juga menembakkan peluru karet. Salah satu demonstran menunjukkan cedera di kaki yang diderita akibat terjangan peluru karet tersebut.

Seorang warga bernama Marta Torrecillas bahkan mengaku bahwa polisi telah mematahkan jarinya satu per satu. Kemudian meremas payudaranya, lalu menyeretnya. Adapun peristiwa ini terjadi di swalayan Eixample tempat pemungutan suara. Video adegan tersebut diambil oleh Paul Claris School. Memperlihatkan dua orang polisi berpakaian lengkap mencoba menangkap perempuan tersebut.

Rok yang dikenakan Marta pun tersingkap, hingga ia merasa bahwa dirinya telah dilecehkan. Apalagi, menurut dia polisi itu meremas payudaranya lalu menyeret tubuhnya.

Adapun Pemerintah Catalonia, Senin (2/10/2017) mengumumkan bahwa 90 persen warga Catalan yang memberikan suara dalam proses referendum, memilih merdeka.

Dalam sebuah konferensi pers yang dikutip AFP, Jurubicara Pemerintah Daerah Jordi Turull, mengatakan 2,02 juta warga memilih merdeka.

Turrull menambahkan, tercatat ada 2,26 juta orang yang ambil bagian dalam proses referendum ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved