WALHI Akan Ajak 500 Orang Turun ke Sungai Winongo, Ada Apa?

Pelajar dianggap sebagai elemen yang strategis untuk diajak berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan sungai melalui pemantauan kondisi air.

WALHI Akan Ajak 500 Orang Turun ke Sungai Winongo, Ada Apa?
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Yogyakarta, Halik Sandera (kanan) dan Endang Rohjiani selaku Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) (kiri) saat memberikan keterangan soal kegiatan pemantauan air Sungai Winongo dalam Jumpa Pers di Kantor WALHI, Sabtu (30/9/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Yogyakarta akan mengajak sekitar 500 orang untuk turun ke sungai Winongo pada Minggu (1/10/2017) pagi esok.

Keterlibatan 500 orang ini untuk memantau kualitas air di sepanjang aliran Sungai Winongo yang masuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Opak. 

Direktur Eksekutif WALHI Yogyakarta, Halik Sandera dalam Jumpa Pers di Kantor WALHI, Sabtu (30/9/2017) mengatakan jika kegiatan didasari atas kepedulian WALHI terhadap kondisi air sungai di Wilayah Kota Yogyakarta.

Pihaknya juga akan menggandeng Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWI). 

Pelajar dianggap sebagai elemen yang strategis untuk diajak berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan sungai melalui pemantauan kondisi air.

Baca: Warga Pertimbangkan Keamanan Lingkungan Lahan Relokasi Bandara

"Kami ingin menanamkan kepedulian menjaga air sungai sedini mungkin, dimulai dari pelajar agar ada efek yang lebih terlihat nantinya," kata Halik. 

Setidaknya ada tujuh SMA/SMK di Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta yang terlibat dalam kegiatan ini seperti SMK Muhammadiyah Pakem, SMA N 1 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, SMAN 10 Yogyakarta, SMAN 7 Yogyakarta, SMA Kasihan Bantul dan SMA Sewon Bantul. 

Selain itu, dilibatkan pula beberapa relawan dari Sendangadi Sleman, Karang Taruna Sinduadi Sleman, Saka Kalpataru Sleman dan Bantul.

Dua perguruan tinggi di Yogyakarta yaitu UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) juga terlibat dalam kegiatan ini. 

"Ada 17 titik yang rencananya akan didatangi. Titik tersebut tersebar di Sleman, Kota Yogyakarta dan Bantul sepanjang Sungai Winongo seperti bawah Jembatan Jatirejo, daerah Wirobrajan sampai aliran sungai di sekitar Pasar Niten. "Kita mulai jam 7 pagi sampai sekitar jam 10," ujar Halik. 

Metode Biotilik dipakai guna memantau kondisi air Sungai Winongo.

Dengan metode ini, sekitar 500 orang relawan tersebut akan turun ke sungai lalu melihat sejauh mana keberadaan makroinvertebrata seperti serangga air, udang dan cacing sebagai indikator kualitas air sungai. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved