Ini Dia Asal Limbah Utama Penyebab Pencemaran Sungai Winongo

Semakin ke bawah, aliran Sungai Winongo berpotensi makin tercemar karena terakumulasi dengan limbah rumah tangga.

Ini Dia Asal Limbah Utama Penyebab Pencemaran Sungai Winongo
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Yogyakarta, Halik Sandera (kanan) dan Endang Rohjiani selaku Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) (kiri) saat memberikan keterangan soal kegiatan pemantauan air Sungai Winongo dalam Jumpa Pers di Kantor WALHI, Sabtu (30/9/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) pernah melakukan pemantauan kondisi air Sungai Winongo sekitar dua tahun lalu.

Hasilnya, beberapa titik yang dilewati aliran Sungai Winongo di Kota Yogyakarta berstatus tercemar dan butuh perhatian dari pemerintah. 

Endang Rohjiani selaku Ketua FKWA menjelaskan, pantauan kondisi Sungai Winongo kala itu dilakukan bekerjasama dengan tenaga dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kita sisir beberapa titik Sungai Winongo dari atas sampe daerah Badran masih baik," kata Endang, Sabtu (30/9/2017).

Namun di beberapa titik secara spesifik sudah ditemukan pencemaran, satu di antaranya daerah Wirobrajan.

Pihak FKWA sempat melakukan penyisiran sekitar aliran sungai di Wirobrajan.

Baca: Warga Temukan Buaya di Kali Winongo Yogyakarta

Hasilnya, kala itu ditemukan peternakan sapi dan babi yang limbahnya diduga dibuang ke aliran sungai. 

Kondisi ini makin diperparah karena semakin ke bawah, aliran Sungai Winongo berpotensi makin tercemar karena terakumulasi dengan limbah rumah tangga.

"Faktanya, limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai paling mendominasi, selain dari sisa industri rumahan," kata Endang. 

Endang sudah menyampaikan persoalan ini ke pihak terkait seperti Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil), Dinas Pekerjaan Umum (PU) sampai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Yogyakarta.

Namun belum ada solusi jitu karena permasalahan pencemaran itu kompleks. 

Melalui pemantauan Sungai Winongo kali ini, Endang berharap ada hasil lebih lengkap karena melibatkan lebih banyak orang dan luasan yang bertambah.

"Semoga data jadi lebih lengkap dan tingkat pencemaran lebih jelas, harapannya ada perhatian dari pemerintah setelah hasil keluar," kata Endang. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved