Rencananya Bakal Ada Pesta Rakyat setelah Pelantikan Gubernur DIY

Pemda DIY tetap melakukan persiapan khususnya jika pelantikan digelar di Yogyakarta.

Rencananya Bakal Ada Pesta Rakyat setelah Pelantikan Gubernur DIY
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Norma Handito
Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Pemda DIY yang juga Plt Sekretaris DPRD DIY, Beny Suharsono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski secara resmi belum ada kepastian terkait dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022, Pemda DIY tetap melakukan persiapan khususnya jika pelantikan digelar di Yogyakarta.

Termasuk acara pendukung paska pelantikan.

Salah satu yang direncanakan adalah digelarnya pesta rakyat.

Menurut Kepala Biro Tapem Pemda DIY, Beny Suharsono rencana menggelar pesta rakyat sudah ada.

"Rencana ada sampai kesana (pesta rakyat), tetapi komponen tidak ada di kami, komponen bisa tersebar di Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Biro Umum," katanya di DPRD DIY, Jumat (29/9/2017).

Terkait dengan jumlah anggaran yang dipersiapkan untuk pesta rakyat, menurut Beny jumlahnya ratusan juta.

Baca: Sultan Berharap Pelantikannya Bisa Dilakukan di Yogya

Menurutnya dalam pelaksanaan proses pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY melibatkan delapan SKPD yang berbeda.

Seperti Bappeda, Kominfo, Sat Pol PP, Tapem, Biro Umum, Sekretaris Dewan dan Dinas Pariwisata.

Anggaran untuk proses pelantikan sejak proses awal hingga akhir sebesar Rp 2,8 miliar dan saat ini tengah dikalkulasi ulang karena tempat pelantikan bisa di Yogyakarta atau di ibukota negara Jakarta.

Dimana diharapkan pelantikan tetap dilaksanakan pada 10 Oktober 2017 atau tepat di masa habisnya jabatan periode 2017-2022.

Sementara ditemui terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto berharap jika pelantikan digelar di Yogyakarta, Inung mengajak masyarakat dan Pemda DIY untuk realistis.

Dimana upacara pelantikan harus mengedepankan kesehajaan dan mengedepankan apa yang akan dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur setelah dilantik, melihat PR DIY masih banyak seperti soal kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan.

"Kalau nanti di Jogja dan akan ada pesta rakyat besar besaran, mohon maaf lho, ini mohon maaf, untuk manfaat kebersamaan masyarakat Jogja, saya sangat mendukung saya sependapat, tapi jangan sampai masuk ke wilayah wilayah yang itu dirasakan menghamburkan sesuatu," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: dnh
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved