Mahar Akad Nikah di Malioboro Ini Sungguh Unik

Sebelum proses akad dimulai, seluruh calon mempelai berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan membaca Pancasila.

TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Beberapa pasangan yang mengikuti nikah massal. Masing masing pasangan mengenakan baju adat berbeda,ada yang memakai baju adat Minang, Jawa Tengah dan DIY. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kirab budaya rangkaian nikah massal sendiri melibatkan Marching Band dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), Paguyuban Rias Hastanata, didukung Pasukan Damkar Yogyakarta dan Pemkot Yogyakarta.

Setelah kirab budaya digelar, rangkaian acara nikah massal selanjutnya adalah akad nikah.

Sebelum proses akad dimulai, seluruh calon mempelai berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan membaca Pancasila.

Nikah massal kali ini tak kalah unik dengan nikah massal yang telah digelar sebelumnya oleh FORTAIS.

Ryan Budi Nuryanto, Ketua FORTAIS di sela acara menjelaskan, tujuan nikah massal bertajuk Nikah Bareng Pancasila Sakti ini untuk mewujudkan pasangan sakinah dan sejahtera.

"Nikah massal Pancasila Sakti ini kita gelar bernafaskan budaya dan kearifan lokal masyarakat. Kami berharap bisa mewujudkan pasangan yang dilandasi cinta illahi dan NKRI," ujar Ryan, Selasa (26/9/2017).

Lanjut Ryan, yang unik dari nikah massal kali ini adalah mahar ijab kobul adalah seperangkat alat salat dan pengucapan teks Pancasila.

Acara nikah massal ini digelar juga dalam rangka menyambut HUT ke 261 Yogyakarta, Hari Kesaktian Pancasila dan HUT ke 6 FORTAIS.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yudha Kristiawan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved