Manajer PSIM: Tak Logis Kurangi Pemain
Agung menyatakan pihaknya siap memberikan sanksi jika berdampak pada sikap indisipliner.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Amalia Fathonaty
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Manajemen PSIM mencoba meredam isu pindahnya dua pemain PSIM yakni Rangga Muslim dan Said Mardjan.
Kedua pemain tersebut telah menunjukkan gelagat akan angkat kaki tatkala keduanya absen pada beberapa sesi latihan.
Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru pun memberikan tanggapan kepada sikap Said dan Rangga yang kukuh keluar dari PSIM.
Keduanya memang telah melakukan komunikasi dan melakukan pendekatan dengan Persebaya Surabaya sejak babak penyisihan.
Agung menyatakan pihaknya siap memberikan sanksi jika berdampak pada sikap indisipliner. "Kalau sampai tidak latihan berhari-hari tentu ada sanksi," ujar Agung.
"Yang jelas sampai saat ini mereka masih terikat kontrak dengan PSIM," jelas Agung kepada Tribun Jogja, Kamis (21/9/2017) sore.
Dirinya mengatakan bahwa regulasi penambahan pemain di babak play off masih belum jelas. Oleh karena itu tak mungkin bagi manajemen untuk mengurangi pemain.
Baca: Duh, Tiga Pemain PSIM Belum Juga Ada Kabarnya
"Regulasi penambahan pemain saja belum jelas, masak kami mau mengurangi pemain. Itu tidak logis," tegasnya.
Agung menambahkan, dua pemain tersebut masih dibutuhkan PSIM untuk mengarungi babak play off yang akan dimulai pada 8 Oktober mendatang.
"Babak play off ini akan semakin berat, para pemain yang masih terikat kontrak dengan PSIM tak akan kami lepas," terangnya.
Di sisi lain, sekretaris PSIM Jarot Kastawa mengatakan pihaknya memang tak mengusulkan adanya penambahan pemain di babak play off.
Pihaknya justru mengusulkan agar tim yang diambil untuk bertahan di Liga 2 menjadi 8 tim dari kuota sebelumnya yakni 5 tim.
"Kami memang tidak mengusulkan penambahan pemain. Usulan kami malah penambahan kuota tim yang bertahan di Liga 2," jelas Jarot.
"Kalau sebelumnya 5 tim, kami mengusulkan 8 tim. Kan timnya ada 16 yang ikut play off. Jadi kalau dibagi 4 grup, yang berhak bertahan adalah juara dan runner up grup," urainya.
"Itu tentu lebihbaik daripada juara grup dan runner up terbaik, yang nantinya akan kesulitan menentukan,” katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-psim-jogja-2017_20170222_210232.jpg)