Dorong Investasi Sektor Pariwisata Kulonprogo, GIS Dioptimalkan

Upaya ini akan menyasar setidaknya 32 titik destinasi wisata yang dipandang masih membutuhkan investasi.

Dorong Investasi Sektor Pariwisata Kulonprogo, GIS Dioptimalkan
geotimes.co.id
logo wonderful indonesia_ 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) akan dioptimalkan untuk promosi pariwisata di Kulonprogo.

Upaya ini akan menyasar setidaknya 32 titik destinasi wisata yang dipandang masih membutuhkan investasi.

Kepala Bidang Pengawasan dan Teknologi Informasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Herismoyo mengatakan, pihaknya ke depan akan memfokuskan kerja pada pemasaran dan promosi potensi investasi di sektor pariwisata, objek-objek wisata akan dipetakan berdasarkan ada tidaknya keberadaan investor di tempat tersebut.

Sehingga, akan diketahui lebih lanjut destinasi mana yang masih membutuhkan investor untuk keberlangsungan usaha pariwisatanya.

"Nantinya, investor yang tertarik menanamkan modal bisa mengaksesnya melalui GIS," kata Herismoyo, Kamis (21/9/2017).

Berdasar data kajian Dinas Pariwisata (Dinpar) setempat, ada 32 titik objek wisata di 12 kecamatan yang dikembangkan masyarakat.

Baca: Keberadaan Bandara Harus Jadi Awal Kebangkitan Pariwisata Kulonprogo

Terutama di wilayah Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang.

Puluhan titik itu dinilainya masih sangat membutuhkan sentuhan modal dari investor.

Secara teknis, titik koordinat objek wisata tersebut akan dicantumkan ke dalam peta disertai penjelasan singkat tentang kondisinya serta peluang yang bisa dikerjasamakan dengan investor.

Herismoyo mengtakan, rendahnya investasi di sektor pariwisata terkendala minimnya informasi peluang tanam modal di masing-masing tempat.

GIS nantinya diharapkan bisa membuka informasi luar dari potensi yang bisa diakses calon investor.

"Apa yang menurut pelaku wisata bisa dikerjakan oleh investor, kami berusaha menjembataninya. Untuk membuka wahana baru tentu juga butuh banyak permodalan," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved