Breaking News:

Beginilah Rangkaian Kirab Siwur di Bantul

Prosesi kirab siwur siang tadi diawali dengan upacara pelepasan seluruh bergada kirab dari halaman terminal Imogiri Bantul.

TRIBUNJOGJA.COM / Hening Wasisto
Bupati Bantul saat menyerahkan siwur kepada perwakilan abdi dalem Kasultanan Yogyakarta, Kamis (21/9/2017). 

Begitu pula tamu undangan lain yang ikut dalam arak-arakan dengan kereta kencana. Mereka tampak begitu ramah dengan senyum yang terlempar di wajah mereka.

Setiba di komplek Pajimatan Imogiri, upacara serah terima siwur diberlangsungkan.

Dalam prosesi ini Bupati Bantul berkesempatan untuk menyerahkan siwur (gayung) kepada perwakilan abdi dalem Kasunan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Ketua Panitia Kirab, Sudaryanto menjelaskan, prosesi berlanjut dengan kedua siwur tersebut dibawa menuju bangsal Sultan Agung untuk disemayamkan satu malam dan keesokan harinya siwur dipergunakan untuk upacara nguras Enceh pada Jumat (22/9/2017).

"Nguras enceh adalah tradisi rutin yang digelar tiap Jumat Kliwon di bula Sura," jelasnya.

"Sedangkan kirab siwur yang diselenggarakan oleh FORCIBB mempunyai nilai tidak hanya tontonan tetapi juga tuntunan dimana jika kita memperhatikan secara seksama Kirab siwur mempunyai makna filosofis yang sangat baik," tambahnya.

Lanjutnya, siwur adalah alat untuk mengambil air peninggalan dari nenek moyang yang terdiri dari tiga bagian yakni, tempurung kelapa, tangkai dari sebilah kayu dan kancing atau perekat. 

"Siwur mempunyai makna filosofi nek isi ora ngawur terkandung maksud bahwa orang yang berilmu tidak boleh sombong, congkak, dan tidak boleh seenaknya sendiri," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sis
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved