Proyek Pengangkatan Air Progo Diharapkan Selesai Sebelum 2022
Menurutnya proyek ini masih berjalan dan merupakan proyek multi years dan merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
Penulis: dnh | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Norma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selain Kabupaten Gunungkidul, beberapa titik di Kabupaten Kulonprogo juga mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau ini.
Dropping air pun dilakukan.
"Kami sudah mulai akhir Agustus mulai droping air bersih pada titik titik tertentu, dan memang Pemda sudah menetapkan darurat kekeringan sampai Oktober nanti," kata Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo di Komplek Kantor Gubernur, Kepatihan, Selasa (19/9/2017).
Menurutnya, selain dropping yang dilakukan pemerintah juga ada bantuan air bersih dari pihak lain diluar pemerintah dan ini sangat membantu.
Sementara itu, disebutkan Sutedjo bahwa Pemkab memiliki program air bersih yang nantinya jika sudah selesai maka dapat mengaliri masyarakat.
Air tersebut berasal dari sungai Progo yang kemudian diangkat dan dialirkan ke tempat yang tinggi di Samigaluh lewat Kalibawang.
Baca: Air Sungai Progo akan Didistribusikan ke Warga Yogya
"Nanti penampungannya di tempat tertinggi di Kulonprogo, nanti tinggal disalurkan dengan gaya gravitasi," katanya.
Menurutnya proyek ini masih berjalan dan merupakan proyek multi years dan merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
Proyek ini saat ini sudah melewati Kalibawang dan mulai naik ke Samigaluh.
Terkait dengan kapan proyek ini bisa selesai, Sutedjo mengatakan diharapkan bisa selesai pada jangka waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) 2017-2022.
Selain ke Samigaluh, air sungai Progo ini juga dingkat dan dialirkan ke Nanggulan dan Girimulyo.(TRIBUNJOGJA.COM)