PSIM U-17 Ini Pilih Redam Emosi Saat Bertanding

Laga final antara PSIM U-17 dan PSS U-17 tersebut berlangsung cukup panas dan memang penuh dengan luapan emosi dari kedua tim.

PSIM U-17 Ini Pilih Redam Emosi Saat Bertanding
dokumen pribadi Fachrizal Ahnaf Maulana
Fachrizal Ahnaf Maulana

Dirinya tak menampik, mengatur emosi memang tak semudah yang dibayangkan.

"Cukup sulit, di babak kedua terutama. Tensi laga semakin panas dan banyak pemain yang terpancing emosi," paparnya.

Akan tetapi dirinya tak mau terus dikendalikan emosi.

Jika terus dikuasai emosi, permainannya justru tidak akan semakin baik.

"Saya berpikir, jika saya emosi saya akan merugikan tim," tuturnya.

"Jika bermain dengan emosi permainan tidak akan semakin bagus, justru semakin jelek," sambung pemain bernomor punggung 16 ini.

Meski akhirnya belum mampu membawa kemenangan, Rizal memandang dia dan rekan-rekan satu timnya telah bermain dengan baik.

"Kami mampu bermain rapi, teamwork cukup bagus juga, hanya saja kami kurang beruntung," pungkasnya.(*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved